Miris! Di Jembrana Banyak Siswa Baru Belum BIsa Membaca dan Berhitung

Muhammad Basir • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:08 WIB
Ilustrasi aktivitas siswa-siswi SMP. (gambar digital gemini/radar bali)
Ilustrasi aktivitas siswa-siswi SMP. (gambar digital gemini/radar bali)

NEGARA, Radar Bali .id– Dunia pendidikan di Kabupaten Jembrana menghadapi tantangan serius. Fenomena siswa baru kelas VII SMP yang belum lancar membaca, menulis, dan berhitung (calistung) kembali ditemukan pada tahun ajaran baru ini.

Bahkan, beberapa siswa dilaporkan sama sekali belum bisa membaca.

Baca Juga: Penanganan Dugaan Disleksia di Buleleng: Sebulan Didampingi, Siswa Terbagi Tiga Level, Ini Indikasi Penyebabnya

Kondisi ini membuat para guru di tingkat SMP harus bekerja ekstra keras. Selain wajib menuntaskan materi kurikulum reguler, mereka dituntut memberikan bimbingan khusus agar siswa yang terbelakang kemampuan calistungnya tidak makin tertinggal.

Baca Juga: Cari Solusi Menuntaskan Kasus Disleksia, 375 Siswa SMPdi Buleleng Ini Dites IQ untuk Bahan Acuan Selidiki Gangguan Belajar

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikpora Jembrana, I Komang Gede Hendra Susanta membenarkan fenomena yang terus berulang setiap tahunnya ini.

”Setiap tahun memang ada, bahkan cukup banyak. Tidak hanya terjadi di satu sekolah, tetapi hampir di semua SMP di Jembrana,” aku Hendra, Selasa (11/8/2026).

Hendra menjelaskan, salah satu pemicu utama kondisi ini adalah perubahan sistem di jenjang sekolah dasar (SD) yang kini tidak lagi menerapkan kebijakan tinggal kelas. Akibatnya, siswa tetap diluluskan walau belum menguasai kemampuan dasar baca-tulis.

Selain itu, sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berbasis zonasi mewajibkan SMP menerima seluruh calon murid di wilayah geografisnya tanpa ada penyaringan akademik. ”Semua anak di wilayah zonasi wajib diterima. Jadi ada yang kemampuan membacanya belum lancar, bahkan belum bisa sama sekali,” terangnya.

Menyikapi persoalan ini, Disdikpora Jembrana menginstruksikan setiap sekolah mendata siswa bermasalah calistung dan memberikan les khusus di luar jam belajar. Hendra juga mengetuk kesadaran para orang tua agar turut mendampingi anak belajar di rumah demi mempercepat penguasaan baca-tulis. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
tahun ajaran baru kualitas pendidikan buta huruf siswa baru pelajar smp