Rapor TKA Bali Masuk 5 Besar Nasional, Ungguli Jabar dan Jatim di Mapel Bahasa Indonesia

Dhian Harnia Patrawati • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 11:16 WIB
Siswa sedang melakukan simulasi tes kompetensi akademik dengan menggunakan perangkat komputer. (Kemenpan RB)
Siswa sedang melakukan simulasi tes kompetensi akademik dengan menggunakan perangkat komputer. (Kemenpan RB)

 

RADAR BALI - Provinsi Bali kembali mengukuhkan posisinya di jajaran teratas pendidikan nasional.

Berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Bali berhasil menembus posisi lima besar nasional untuk capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan tiga besar nasional untuk Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan.

Capaian tersebut dipaparkan dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan TKA yang berlangsung di Jakarta pada 10–12 Agustus 2026.

Rincian Capaian TKA dan SPM Bali

1. Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan

Skor Bali: 79,07

Posisi: 3 Besar Nasional (Sektor Pelayanan Pendidikan Terbaik)

2. Ringkasan Peringkat & Rata-Rata Nilai TKA (Skala 0–100)

Sekolah Dasar (SD): Rata-rata 55,23 (5 Besar Nasional)

Sekolah Menengah Pertama (SMP): Rata-rata 53,76 (5 Besar Nasional)

Sekolah Menengah Atas (SMA): Rata-rata 43,53 untuk mata pelajaran wajib (4 Besar Nasional)

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK): Rata-rata 38,89 untuk mata pelajaran wajib (4 Besar Nasional)

3. Capaian Mata Pelajaran Utama

Bahasa Indonesia

SD: Rata-rata 64,15 (di atas rata-rata nasional: 60,14)

SMP: Rata-rata 66,35 (di atas rata-rata nasional: 60,83)

Matematika

Rata-rata Bali berada di kisaran 40–43, mengikuti tren nasional yang masih memerlukan penguatan pada kemampuan berpikir logis, penalaran matematis, serta pemecahan masalah.

Ungguli Jabar dan Jatim di Mapel Bahasa Indonesia

Berdasarkan rilis terbaru dari Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, rerata nilai TKA Bahasa Indonesia jenjang SD dan SMP di Bali mencatatkan angka yang cukup diperhitungkan.

Capaian literasi siswa Bali melesat di atas ambang batas nasional (SD: 60,14 dan SMP: 60,83) serta mengungguli dua provinsi besar di Pulau Jawa:

Jawa Barat: SD (60,22) dan SMP (61,26)

Jawa Timur: SD (62,74) dan SMP (63,46)

Selain melampaui dua provinsi padat penduduk tersebut, capaian ini sekaligus mempertegas dominasi mutu pendidikan Bali di wilayah Sunda Kecil.

Hasil ini tampak kontras jika disandingkan dengan daerah tetangga yang masih tertahan di bawah rata-rata nasional, seperti Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan rerata 54,76 (SD) dan 54,03 (SMP), serta Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan rerata 49,77 (SD) dan 52,47 (SMP).

Bukan Sekadar Angka dan Prestasi, Fokus pada Evaluasi

Menanggapi data ini, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Rahmawati menegaskan bahwa sebaran angka tersebut bukanlah bentuk pemeringkatan antarprovinsi, melainkan diurutkan berdasarkan kode wilayah untuk memetakan kemampuan murid.

Instrumen TKA berskala 0–100 ini dilengkapi deskripsi kemampuan agar bisa menjadi bahan evaluasi ekosistem pendidikan.

"Kalau anak berada pada kategori memadai, maka orang tua dan guru bisa melihat kemampuan apa yang sudah dikuasai dan apa yang masih perlu diperkuat. Jadi TKA membantu semua pihak memahami strategi pembelajaran yang paling tepat bagi murid," papar Rahmawati.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Disdikpora Provinsi Bali Ida Bagus Gde Wesnawa Punia menyampaikan bahwa hasil TKA diplot sebagai acuan penting untuk mengevaluasi dan memetakan kekurangan dalam proses pembelajaran di sekolah.

"Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah kembali memfokuskan standar pendidikan berdasarkan nilai ujian TKA yang merupakan hasil dari proses pembelajaran yang dilakukan oleh ekosistem pendidikan," ujar Ida Bagus Gde Wesnawa Punia.

Ia menekankan bahwa ekosistem pendidikan melibatkan peran aktif keluarga, guru, sekolah, masyarakat, pemerintah, hingga dunia industri.

Tingginya partisipasi nasional yang mencapai 8.708.891 murid juga menjadi indikator positif meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya asesmen berkala.

Persiapan TKA Oktober–November 2026

Rakor tersebut juga membahas evaluasi instrumen soal serta sejumlah penyesuaian pelaksanaan TKA jenjang SMA/SMK/MA sederajat tahun 2026, mencakup penyesuaian jadwal, waktu pengerjaan, kebijakan murid residu, hingga mata pelajaran pilihan untuk SMK.

Saat ini, Disdikpora Bali tengah bersiap menghadapi agenda TKA mendatang yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober–November 2026. Tantangan utamanya adalah memastikan raihan ini berdampak langsung pada peningkatan mutu pembelajaran secara berkelanjutan di seluruh wilayah Bali.***

Editor : Ibnu Yunianto
Sumber : Radar Bali
TKA Bali 2026 Hasil TKA Kemendikdasmen SPM Pendidikan Bali pendidikan bali Disdikpora Bali