BANGLI, radarbali.jawapos.com — Upaya meningkatkan nilai tambah kopi lokal Kintamani dilakukan melalui penerapan teknologi tepat guna dan penguatan kapasitas pelaku usaha.
Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat tahun pendanaan 2026, tim Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana mendampingi UD Selip Kopi Konco di Desa Katung, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.
Kegiatan bertajuk “Kintamani Coffee Value-Up: Penguatan Kopi Lokal melalui Standarisasi Roasting dan Kemasan Produk” dilaksanakan pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Program ini berfokus pada penguatan aspek produksi dan pemasaran melalui perbaikan mesin roasting, standardisasi proses sangrai, serta pengembangan kemasan produk.
Kintamani merupakan salah satu kawasan penghasil kopi Arabika dengan karakter khas.
Namun, berdasarkan identifikasi kondisi awal, proses roasting mitra masih menggunakan alat sederhana dan belum memiliki roast profile yang terdokumentasi.
Pengendalian suhu, waktu sangrai, dan pendinginan belum dilakukan secara konsisten sehingga berpotensi memengaruhi warna, aroma, cita rasa, dan tingkat kematangan kopi.
Sebagai solusi, tim melakukan perbaikan dan optimalisasi mesin roasting milik mitra untuk mendukung proses sangrai yang lebih terkontrol.
Tahapan berikutnya diarahkan pada penyusunan dan penerapan roast profile sesuai karakter kopi Arabika Kintamani, sehingga proses produksi dapat dilakukan secara lebih konsisten.
Penguatan juga dilakukan pada aspek pemasaran. Tim membantu mengembangkan kemasan baru dengan identitas Konco Brew Kintamani serta memberikan heat sealer untuk mendukung proses pengemasan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan identitas, kualitas tampilan, dan kesiapan produk untuk dipasarkan.
Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan mitra dalam penerapan teknologi, praktik langsung, dan pendampingan.
Tim pelaksana terdiri atas Mukhes Sri Muna, S.T.P., M.Sc., Sri Handayani Nofiyanti, S.T., M.Si., dan Fitri Nur Jannati, S.T.P., M.Sc.
Program ini mendapat dukungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Udayana dan dilaksanakan melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Masyarakat Pemula.
Tahap selanjutnya akan diarahkan pada pengujian dan penyempurnaan roast profile, standardisasi proses roasting, pendampingan penggunaan kemasan, serta penguatan pemasaran.
Dengan demikian, program diharapkan mampu meningkatkan konsistensi mutu, nilai tambah, dan daya saing kopi Kintamani yang dihasilkan mitra.
Kegiatan ini merupakan Program Pengabdian kepada Masyarakat tahun pendanaan 2026 yang didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Editor : Rosihan Anwar