SINGARAJA, radarbali.jawapos.com — Momentum Peringatan HUT Ke-81 Republik Indonesia di Taman Kota Singaraja mencatatkan catatan penting bagi dunia pendidikan keagamaan di Kabupaten Buleleng. Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda (MINUHA) Singaraja menyabet Juara III Lomba Kreasi Inovasi Daerah Kabupaten Buleleng Tahun 2026 pada Kategori Masyarakat.
Melalui inovasi digital bertajuk SI-MINUHA (Sistem Informasi Terintegrasi MI Nurul Huda), madrasah yang dipimpin Andi Rishadi ini membuktikan bahwa batas keterbatasan fasilitas bukan penghalang untuk melahirkan tata kelola pendidikan modern berbasis data.
Fokus Utama: Jawaban Konkrit Atas Problematika Administrasi
Penghargaan resmi yang tertuang dalam Keputusan Bupati Buleleng Nomor 100.3.3.2/592/HK/2026 ini diberikan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng setelah serangkaian verifikasi lapang. SI-MINUHA dinilai unggul karena lahir langsung dari kebutuhan akar rumput: efisiensi pelayanan pendidikan.
Sistem digital terpadu ini menyatukan berbagai fungsi administratif dasar yang selama ini dikelola secara parsial, antara lain:
- Presensi digital guru dan peserta didik secara real-time.
- Pengelolaan data akademik terstruktur.
- Penerbitan laporan hasil belajar yang transparan dan cepat diakses.
Konstruksi Inovasi: Dari Masalah Lokal Menuju Praktik Baik
Inovasi yang diusung Andi Rishadi menegaskan satu prinsip penting: transformasi digital tidak memerlukan perangkat mahal atau kompleksitas berlebih. Cukup bermula dari penyelesaian masalah sehari-hari secara konsisten dan terukur.
[Masalah Administrasi Manual] ──> [Pengembangan SI-MINUHA] ──> [Tata Kelola Berbasis Data & Efisien]
Pendekatan ini sejalan dengan pandangan UNESCO (2024) serta riset analitik pendidikan terkini (Romero & Ventura, 2024), di mana data lembaga dialihkan menjadi instrumen pengambilan keputusan strategis (data-driven decision making).
Indikator Keberhasilan & Keberlanjutan
Kriteria penilaian BRIDA Buleleng menekankan bahwa nilai sebuah inovasi terletak pada dampak dan keberlanjutannya di lapangan:
|
Indikator Penilaian |
Implementasi SI-MINUHA |
|
Kebaruan & Integrasi |
Menyatukan presensi, akademik, dan pelaporan dalam satu platform. |
|
Manfaat Nyata |
Memangkas birokrasi manual dan mempercepat pencarian data sekolah. |
|
Keberlanjutan |
Sistem dirancang ramah pengguna (user-friendly) dan dapat terus dikembangkan. |
|
Budaya Kerja |
Mengubah pola kerja manual-individual menjadi digital-terintegrasi. |
Dukungan Kemenag: Mengubah Paradigma Madrasah
Kasi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Lewa Karma, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian ini. Menurutnya, keberhasilan SI-MINUHA membuktikan bahwa madrasah mampu menjadi aktor aktif dalam ekosistem pembangunan daerah.
“Madrasah digital tidak semata-mata ditandai oleh keberadaan komputer atau jaringan internet, melainkan oleh perubahan budaya kerja—dari manual menuju digital, dari kebiasaan menuju pengelolaan berbasis data. Inovasi ini harus membuat pelayanan pendidikan lebih cepat, tepat, transparan, dan akuntabel,” ungkap Kasi Pendis Kemenag Buleleng, H. Lewa Karma, Kasi Pendis Kemenag Buleleng.
Perspektif Ke Depan
Raihan Juara III ini bukanlah garis akhir, melainkan titik mula bagi MINUHA Singaraja untuk memperluas jangkauan dan keamanan sistem SI-MINUHA. Keberhasilan ini mengirimkan pesan kuat bagi seluruh satuan pendidikan di Buleleng: keberanian untuk memperbaiki hal-hal kecil secara konsisten adalah kunci utama melahirkan perubahan yang berdampak luas.
Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com