Mahasiswa Unmas Denpasar Gagas Water barrier untuk Atasi Krisis Sampah di Sungai Desa Keliki

Admin Radar Bali • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:46 WIB
Peresmian Water Barier PkM Mahasiswa Unmas Denpasar di sungai desa Keliki, Gianyar
Peresmian Water Barier PkM Mahasiswa Unmas Denpasar di sungai desa Keliki, Gianyar

GIANYAR, radarbali.jawapos.com – Sekelompok mahasiswa Universitas Mahasaraswati Denpasar yang tengah menjalankan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, menginisiasi pembuatan water barrier di aliran sungai desa setempat.

Inovasi ini digagas sebagai langkah responsif dalam menyikapi kondisi telabah/subak dan aliran sungai lainnya yang penuh dengan endapan sampah, mulai dari sampah organik, plastik, dan residu. 

Hal ini bisa terjadi, mengingat arus sungai yang membawa banyak sampah kiriman menuju ke Desa Keliki dan ditambah terjadinya pembiaran yang menyebabkan terbentuknya endapan sampah selama bertahun-tahun yang secara tidak langsung menyebabkan dasar sungai menjadi naik, hal ini merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya luapan volume air sungai ke bantaran jalan sekitar.

Pemasangan water barrier ini bertujuan untuk menyaring dan memudahkan dalam pengumpulan sampah yang terbawa arus, menghentikan proses pengendapan sampah di dasar sungai setempat, dan juga agar tidak mencemari kawasan hilir hingga bermuara ke laut.

Aksi lingkungan ini dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan warga serta aparat Desa Keliki.

“Langkah ini lahir dari kepedulian kami melihat tingginya volume sampah yang terbawa arus sungai.

Desa Keliki merupakan salah satu destinasi wisata alam yang populer bagi wisatawan domestik maupun mancanegara, sehingga masalah pencemaran sampah tentu dapat merusak citra pariwisata desa. 

Melalui water barrier ini, kami berharap dapat menjaga kebersihan ekosistem sungai sekaligus menumbuhkan kesadaran warga sekitar akan pentingnya menjaga lingkungan,” ujar I Wayan Yudha Wedantha, perwakilan mahasiswa Universitas Mahasaraswati Denpasar.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) PkM Unmas Denpasar, Dr. Putu Agus Eka Rismawan, S.E.,M. M., menyampaikan bahwa program kerja ini tidak hanya berfokus pada penyelesaian masalah instan, tetapi juga mengedepankan edukasi dan keberlanjutan. 

“Kami terus mendampingi mahasiswa agar program yang dihadirkan benar-benar memberikan manfaat aplikatif bagi desa.

Water barrier ini diharapkan menjadi pemicu kesadaran bersama dalam menjaga ekosistem sungai,” ujarnya.

Kegiatan ini pun mendapat apresiasi dari pihak desa. Perbekel Desa Keliki, I Ketut Wita, S. Ag., mengungkapkan dalam peresmiannya bahwa keberadaan water barrier menjadi solusi praktis yang sangat membantu pihak desa dalam menangani persoalan sampah sungai secara berkesinambungan.

Program water barrier ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata kegiatan PkM Universitas Mahasaraswati Denpasar di Desa Keliki.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan masyarakat setempat, Universitas Mahasaraswati Denpasar berkomitmen untuk terus menghadirkan dampak positif serta solusi berkelanjutan bagi isu lingkungan dan sosial di Bali. (kal)

Editor : Rosihan Anwar
unmas bali