SINGARAJA, radarbali.jawapos.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana (FKP UNUD) menggelar program pemberdayaan di Desa Gesing, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, pada akhir Juli 2026.
Kegiatan ini merupakan implementasi program Kementerian Pendidikan Tinggi, Sain, dan Teknologi melalui skema hibah BIMA 2026 yang berfokus pada pencegahan stunting dan penguatan ketahanan pangan keluarga melalui teknologi "Budikdamber Probiotik".
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 24-25 Juli 2026, ini dipusatkan di salah satu pekarangan rumah warga desa setempat.
Tim pengabdian diketuai oleh I Putu Gede Eka Handrayana Putra, S.Pd., M.Si., bersama anggota tim Suprabadevi Ayumayasari Saraswati, S.Kel., M.Si., dan Made Dendy Pratama, S.Pd., M.Si.
Turut serta empat mahasiswa yaitu Ida Ayu Ngurah Deepika Ishana, Aqsho Dzukrona Pringgoharyono, Meila Dwi Salsabila, I Made Murdana Putra, dan Gede Langgeng Adnyana.
Desa Gesing: Lokus Stunting yang Menjadi Prioritas
Pemilihan Desa Gesing sebagai mitra strategis bukan tanpa alasan. Desa ini tercatat secara konsisten selama tiga tahun berturut-turut sebagai desa lokus stunting di Kabupaten Buleleng.
Data tahun 2022 menunjukkan 23 anak terindikasi stunting, dengan prevalensi sekitar 20% dari total anak di desa tersebut. Kondisi ini sejalan dengan target pemerintah daerah yang menekan angka stunting yang pernah mencapai 14,8% berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).
Lebih lanjut, potensi lokal Desa Gesing di sektor pertanian seperti perkebunan cengkeh, kopi, alpukat, sayuran, dan beras merah menjadi modal besar untuk integrasi dengan sistem pertanian terpadu.
Komitmen pemerintah desa yang telah mengalokasikan anggaran APBDes khusus untuk intervensi stunting melalui program PMT dan penanganan gizi juga menjadi faktor pendukung.
Mitra pelaksana, Tim Penggerak PKK Desa Gesing yang berjumlah 20 orang, dinilai memiliki kapasitas dan semangat tinggi untuk diberdayakan.
Inovasi Budikdamber Probiotik: Solusi Budidaya Skala Rumah Tangga
Tim Pengabdian UNUD memperkenalkan Budikdamber Probiotik sebagai cara sederhana untuk memelihara ikan dan menanam sayuran di lahan yang terbatas.
Cara ini menggunakan ember sebagai tempat memelihara ikan lele, sementara bagian atasnya (tutup ember) dapat digunakan untuk menanam kangkung.
Salah satu masalah dalam budidaya ikan dengan cara konvensional adalah air yang mudah keruh dan berbau.
Kondisi tersebut dapat terjadi karena adanya penumpukan limbah dan amonia dari sisa pakan serta kotoran ikan.
Untuk mengatasi masalah tersebut, digunakan probiotik seperti Lactobacillus dan Bacillus sp., probiotik dapat membantu menguraikan limbah organik di dalam air sehingga kondisi air lebih terjaga dan tidak mudah bau.
Penggunaan probiotik juga dapat membantu ikan tumbuh dengan baik dan mengurangi penggunaan pakan.
Dalam pelaksanaannya, tingkat kelulusan hidup ikan meningkat hingga di atas 80% dan efisiensi pakan hingga 20%, menghasilkan panen yang lebih optimal dan ekonomis.
Dari sisi gizi, sistem ini menghasilkan protein hewani (ikan lele) dan protein nabati (sayuran) yang dapat dipanen setiap saat untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang keluarga.
Rangkaian Kegiatan dan Antusiasme Peserta
Acara dibuka oleh Ketua TP PKK Desa Gesing, Ibu Made Ernia Friskayanti, yang didampingi oleh 9 anggota PKK sebagai peserta aktif.
Hari pertama diisi dengan sosialisasi dan pemaparan materi mengenai pentingnya gizi ikan untuk melawan stunting serta teknik budidaya skala rumah tangga.
Hari kedua dilanjutkan dengan Workshop Pelatihan Teknis Instalasi dan Tata Laksana Budikdamber Probiotik.
"Tingkat antusiasme Ibu-Ibu PKK sangat tinggi, terlihat dari semangat menyimak seluruh materi dan mempraktikkan saat pelatihan teknis instalasi serta aktif bertanya sehingga diskusi berjalan secara dua arah," ungkap tim pengabdian.
Materi teknis yang diajarkan meliputi cara merakit instalasi kolam, dosis pencampuran probiotik, teknik pemberian pakan lele, dan penyemaian kangkung.
Tim juga menyerahkan bantuan sarana produksi berupa ember, bibit lele, benih tanaman kangkung, probiotik, dan pakan lele.
Harapan dan Komitmen Keberlanjutan
Ketua tim, I Putu Gede Eka Handrayana Putra, S.Pd., M.Si., menyampaikan harapan agar Ibu-ibu PKK di Desa Gesing dapat memulai kegiatan budidaya untuk memenuhi kebutuhan protein rumah tangga sehingga angka stunting dapat ditekan.
"Setelah kebutuhan protein rumah tangga tercukupi, harapannya banyak bermunculan pembudidaya ikan lele yang nantinya akan berkontribusi dalam peningkatan pendapatan masyarakat Desa Gesing," ujarnya.
Ibu Made Ernia Friskayanti menyambut baik dan sangat mengapresiasi program ini.
"Desa Gesing sulit mendapatkan pasokan ikan segar karena lokasinya yang jauh dari pesisir, sehingga selama ini hanya mengandalkan ikan pindang.
Program ini sangat sejalan dengan 10 program kerja utama PKK Desa Gesing, yaitu ketahanan pangan," jelasnya.
Sementara itu, salah satu kader PKK yang mengikuti pelatihan mengungkapkan kegembiraannya dan ketertarikan untuk memulai budidaya kecil-kecilan di rumah guna memenuhi kebutuhan protein hewani keluarga.
Monitoring Berkelanjutan
Tim Universitas Udayana berkomitmen melakukan monitoring secara berkala setiap hari dengan pemantauan pada aspek jumlah ikan lele, kualitas air, dan pertumbuhan sayur kangkung.
Hasil pemantauan akan dicatat setiap hari untuk memastikan instalasi Budikdamber tetap beroperasi hingga masa panen.
Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat Desa Gesing memenuhi kebutuhan pangan keluarga dengan memanfaatkan keterbatasan lahan dan air, serta dapat diterapkan di wilayah lain dengan karakteristik serupa.
Editor : Rosihan Anwar