BADUNG, radarbali.jawapos.com — Bagaimana membuat siswa lebih aktif berbicara, berdiskusi, dan terlibat dalam pembelajaran?
Pertanyaan tersebut menjadi salah satu fokus dalam pelatihan bagi guru SMP Negeri 7 Mengwi yang digelar Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Bahasa Asing, Universitas Mahasaraswati Denpasar (Unmas Denpasar) bersama Cagayan State University (CSU), Filipina, Jumat (21/8/2026).
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Communicative English Teaching Training for Teachers, para guru mendapatkan wawasan dan strategi praktis untuk menciptakan pembelajaran yang lebih komunikatif dan interaktif di kelas.
Menariknya, pelatihan ini tidak hanya ditujukan bagi guru bahasa Inggris. Guru dari berbagai mata pelajaran turut menjadi peserta sehingga prinsip pembelajaran komunikatif dapat diterapkan secara lebih luas dalam proses belajar mengajar.
Salah satu materi yang diberikan adalah “Understanding Communicative Language Teaching (CLT): Principles and Classroom Applications” yang disampaikan oleh Dr. Baby Lyn A. Lumabas dari English Faculty, College of Teacher Education, Cagayan State University, Filipina.
Dalam pemaparannya, Dr. Baby Lyn memperkenalkan prinsip-prinsip Communicative Language Teaching (CLT) dan penerapannya dalam pembelajaran.
Pendekatan ini mendorong siswa untuk tidak hanya menerima informasi dari guru, tetapi juga aktif berkomunikasi, berinteraksi, bekerja sama, dan menggunakan bahasa dalam situasi yang bermakna.
Bagi guru dari berbagai mata pelajaran, pendekatan tersebut dapat menjadi inspirasi untuk menghadirkan lebih banyak aktivitas yang melibatkan komunikasi dan interaksi siswa.
Penggunaan bahasa Inggris pun dapat diperkenalkan secara sederhana dalam kegiatan pembelajaran, sehingga siswa semakin terbiasa mendengar dan menggunakan bahasa Inggris dalam konteks yang nyata.
“Pembelajaran bahasa tidak harus selalu berlangsung melalui kegiatan yang formal.
Interaksi sederhana di kelas juga dapat menjadi kesempatan bagi siswa untuk menggunakan bahasa,” menjadi salah satu gagasan penting yang ditekankan dalam pelatihan.
Setelah sesi dari Cagayan State University, pelatihan dilanjutkan dengan materi “Designing Interactive Classroom Activities” yang disampaikan oleh I Made Perdana Skolastika, S.S., M.Pd. dari Program Studi Sastra Inggris Unmas Denpasar.
Materi ini mengajak guru melihat bagaimana aktivitas sederhana dapat dikembangkan menjadi kegiatan pembelajaran yang lebih menarik dan melibatkan siswa secara aktif.
Guru juga didorong untuk menyesuaikan aktivitas dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik.
Menurut pendekatan ini, kelas yang interaktif tidak selalu membutuhkan teknologi atau perangkat yang rumit.
Kreativitas guru dalam merancang kegiatan, seperti diskusi, kerja kelompok, permainan edukatif, maupun aktivitas berbasis komunikasi, dapat membuat siswa lebih terlibat dalam pembelajaran.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Para guru tidak hanya menyampaikan pertanyaan, tetapi juga berbagi pengalaman mengenai tantangan dalam membuat siswa lebih aktif selama proses pembelajaran.
Kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi internasional antara Prodi Sastra Inggris Unmas Denpasar dan Cagayan State University Filipina dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Kehadiran akademisi dari kedua institusi memberikan kesempatan bagi para guru untuk memperoleh perspektif baru sekaligus strategi yang dapat diterapkan secara langsung di sekolah. (kal)
Editor : Rosihan Anwar