TAMU REDAKSI: Kepo Ingin Baca Koran, Belasan Siswa SD Bukit Sunrise Belajar Industri Media

Djoko Heru Setiyawan • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 21:03 WIB
SALAM LITERASI: Suasana ceria kunjungan media siswa dan guru pendamping SD Bukit Sunrise di Jawa Pos Radar Bali, Senin (14/9/2026). (SAABINA PUTRI DEWI/radarbali.id)
SALAM LITERASI: Suasana ceria kunjungan media siswa dan guru pendamping SD Bukit Sunrise di Jawa Pos Radar Bali, Senin (14/9/2026). (SAABINA PUTRI DEWI/radarbali.id)

 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Belasan siswa kelas 4, 5, dan 6 Sekolah Dasar Bukit Sunrise (Bukit Sunrise School) melakukan visit media di dapur redaksi Jawa Pos Radar Bali dan radarbali.id, Senin pagi (14/9/2026). 

Mereka dipandu guru pendamping; Risma, Rachel, Jane, Simz, dan Bernard. Begitu disapa para siswa yang sebagian besar putra putri dari sejumlah negara itu terlihat sangat antusias

’’Mohon anak-anak diterima, diajari bagaimana menyusun narasi berita yang baik, dan seperti apa proses koran itu direncanakan dan dibuat,’’ kata Miss Risma, Guru Pendamping Jurnalistik Bukit Sunrise School saat diterima Pemimpin Redaksi (Pemred) radarbali.id Muhammad Ridwan dan Pemred Jawa Pos Radar Bali (JPRB) Djoko Heru Setiyawan di ruang tamu JPRB.

 

Lantas, secara bergantian Ridwan dan Djoko menjelaskan proses liputan, editing, hingga cetak koran di hadapan para siswa hingga para.

Ridwan beberkan tagline Jawa Pos (Selalu Ada yang Baru!) dan Jawa Pos Radar Bali (Lugas dan Tuntas!), anatomi layout koran, W5 + 1H, yang disambut bocah-bocah bule ini dengan semangat sambil beberkan satu per satu maknanya.

’’Pak, apa perbedaan struktur newspaper (koran) dan photography (fotografi)?,’’ tanya Colbie.

Sementara, Adam Lee Efferin mengungkapkan perasaannya terhadap koran. Katanya, membaca koran membuatnya penasaran terhadap apa yang terjadi. ’’When are eve going to read newspaper? Make me curious. (Kapan kami akan membaca koran? Membuatku penasaran, Red),’’ ungkap Adam.

Para siswa juga sangat surprise Ketika mendengar bahwa Koran Jawa Pos pernah dinobatkan sebagai koran No. 1 di dunia untuk kategori layout dan rubrik anak muda terbaik.

Sementara, Djoko Heru beberkan pola kerja jurnalis, fotografer, hingga layouter sebelum koran naik cetak.

Selesai belajar jurnalistik, rombongan bocah-bocah Ekstrakurikuler Jurnalistik dan Book Club ini, giliran belajar cara produksi podcast di ruang redaksi radarbali.id

Usai sharing dan diskusi masalah jurnalistik, kami foto bersama, disambung adik-adik ini bermain dengan cerianya di ruang tamu Jawa Pos Radar Bali. ’’Terima kasih atas penerimaan kunjungan kami,’’ kata Risma, saat pamitan.***

 

Editor : M.Ridwan
SD Bukit Sunrise Jimbaran kunjungan redaksi jawa pos radar bali visit media