Kejar Q1, Tantangan Besar Publikasi Ilmiah Dosen Indonesia

Admin Radar Bali • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 14:51 WIB
Workshop Penulisan Artikel Submit to Journal International Q1 (PASTI-Q1) Tahun 2026
Workshop Penulisan Artikel Submit to Journal International Q1 (PASTI-Q1) Tahun 2026

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Menulis artikel ilmiah saja belum cukup. Tantangan berikutnya adalah membawa karya tersebut menembus jurnal internasional bereputasi, khususnya yang berada pada kuartil pertama (Q1). Tantangan inilah yang menjadi perhatian dalam Workshop Penulisan Artikel Submit to Journal International Q1 (PASTI-Q1) Tahun 2026 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan melalui Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan bekerja sama dengan Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali.

Workshop yang berlangsung 15–18 September 2026 tersebut diikuti 75 peserta dari 63 perguruan tinggi. se-Indonesia. Kegiatan utama berlangsung di Auditorium Redha Gunawan, kampus UPMI Bali, Denpasar, dengan materi dan pendampingan yang diarahkan untuk membantu peserta mengembangkan artikel hingga siap disubmit ke jurnal internasional bereputasi.

Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Prof. Dr. rer. pol. Heri Kuswanto, M.Si., mengungkapkan besarnya tantangan tersebut. Dalam setahun, perguruan tinggi di Indonesia menghasilkan lebih dari 70 ribu artikel. Dari jumlah tersebut, ditargetkan 27 persen dapat menembus publikasi internasional, khususnya jurnal Q1.

Target tersebut, menurut Heri, bukan perkara mudah. Dibutuhkan dukungan dan upaya bersama agar kualitas artikel yang dihasilkan perguruan tinggi dapat terus ditingkatkan dan memiliki daya saing di tingkat internasional.

Karena itu, PASTI-Q1 dirancang tidak berhenti pada pemberian materi. Peserta mendapatkan pendampingan melalui proses bedah artikel secara berkelompok bersama tim fasilitator. Proses ini memberikan ruang bagi peserta untuk mendiskusikan artikel yang sedang dikembangkan sekaligus memperoleh masukan dalam proses menuju publikasi.

Rektor UPMI Bali, Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, S.H., M.Hum., menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada UPMI sebagai tempat pelaksanaan workshop. Ia berharap kegiatan tersebut memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya bagi peserta, tetapi juga terhadap tumbuhnya budaya kepenulisan ilmiah di lingkungan kampus.

“Kami tentu senang UPMI Bali mendapat kepercayaan sebagai tempat acara. Harapannya, kegiatan seperti ini benar-benar berdampak, bukan hanya bagi peserta, tetapi juga bagi semangat kepenulisan di kampus,” ujar Prof. Suarta.

Sementara itu, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Dr. Mohammad Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., dalam sambutannya secara daring melalui Zoom mengingatkan peserta agar hubungan yang terbangun selama workshop tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Peserta diharapkan tetap saling terhubung untuk berkomunikasi, berbagi ilmu, bertukar pengalaman, sekaligus memperluas jejaring.

Ia bahkan berharap para peserta pada masa mendatang dapat kembali terlibat bersama Direktorat, bukan lagi sebagai peserta, melainkan sebagai pemateri yang membagikan pengalaman dan pengetahuan kepada akademisi lainnya. (kal)

Editor : Rosihan Anwar
UPMI Bali