Prodi Tata Hidang Poltekpar Bali Perkuat Kompetensi Hospitaliti Masyarakat Tanjung Benoa melalui Pel

Rosihan Anwar • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 18:47 WIB
Program Studi Tata Hidang Politeknik Pariwisata Bali melakukan Pengabdian kepada Masyarakat di Kelurahan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.
Program Studi Tata Hidang Politeknik Pariwisata Bali melakukan Pengabdian kepada Masyarakat di Kelurahan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

 

BADUNG - radarbali.jawapos.com — Program Studi Tata Hidang Politeknik Pariwisata Bali kembali memperkuat kontribusinya dalam pengembangan sumber daya manusia pariwisata melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Kelurahan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

Kegiatan ini mengangkat tema “Peningkatan Kompetensi Hospitaliti Masyarakat melalui Pelatihan Pengolahan dan Penyajian Kopi” sebagai upaya mendekatkan kompetensi vokasi bidang tata hidang dengan kebutuhan masyarakat di salah satu kawasan pariwisata utama Bali. 

Tanjung Benoa memiliki karakter yang kuat sebagai kawasan wisata dengan intensitas interaksi antara masyarakat, pelaku usaha, dan wisatawan.

Kondisi tersebut membuka peluang bagi masyarakat untuk terlibat lebih aktif dalam pelayanan pariwisata, khususnya pada sektor makanan dan minuman.

Karena itu, peningkatan kompetensi pelayanan menjadi bagian penting agar masyarakat tidak hanya mampu menyediakan produk, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang baik bagi wisatawan dan konsumen. 

Melalui kegiatan ini, Program Studi Tata Hidang menghadirkan pelatihan yang memadukan pelayanan prima, pemahaman dasar mengenai kopi, serta teknik penyeduhan kopi secara manual atau manual brewing.

Ketiga materi tersebut dipilih untuk memberikan bekal yang utuh: sikap dan komunikasi dalam melayani pelanggan, pengetahuan terhadap produk yang disajikan, serta keterampilan teknis dalam menyiapkan minuman. 

Pada sesi pelayanan prima, peserta diajak memahami bahwa hospitaliti tidak berhenti pada keramahan.

Pelayanan yang baik juga membutuhkan kemampuan berkomunikasi, mengenali kebutuhan pelanggan, menjaga sikap profesional, dan membangun interaksi yang membuat tamu merasa dihargai.

Kompetensi tersebut menjadi semakin relevan bagi masyarakat yang hidup dan beraktivitas di lingkungan destinasi wisata. 

Sementara itu, materi mengenai kopi memberikan pemahaman mengenai karakteristik biji kopi, proses pengolahan, tingkat sangrai, ukuran gilingan, hingga berbagai faktor yang memengaruhi rasa seduhan.

Pemahaman tersebut kemudian diterapkan melalui praktik manual brewing, sehingga peserta dapat melihat secara langsung hubungan antara pengetahuan produk, teknik penyeduhan, dan hasil minuman yang disajikan. 

Pelatihan dikemas secara interaktif melalui penjelasan, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan.

Para fasilitator dari Program Studi Tata Hidang mendampingi peserta dalam setiap tahapan praktik, memberikan koreksi, serta mendorong peserta untuk memahami proses kerja secara utuh.

Pendekatan ini menjadikan kegiatan tidak hanya sebagai ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga sebagai pengalaman belajar yang aplikatif. 

Bagi Program Studi Tata Hidang Politeknik Pariwisata Bali, kegiatan pengabdian ini menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan pendidikan vokasi yang berdampak langsung.

Kompetensi yang dikembangkan di lingkungan kampus diterjemahkan menjadi pengetahuan dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Dengan demikian, perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam menyiapkan lulusan untuk industri, tetapi juga hadir sebagai mitra pengembangan kapasitas masyarakat di destinasi pariwisata. 

Karakter keilmuan Program Studi Tata Hidang yang berfokus pada pelayanan makanan dan minuman, pengetahuan produk, keterampilan penyajian, serta kualitas interaksi dengan tamu menjadi kekuatan utama dalam kegiatan ini.

Melalui pendekatan tersebut, pelatihan kopi tidak sekadar diarahkan pada kemampuan membuat minuman, tetapi ditempatkan sebagai bagian dari kompetensi hospitaliti yang lebih luas. 

Kegiatan ini diharapkan memberi manfaat praktis bagi masyarakat Tanjung Benoa, baik sebagai bekal dalam mendukung aktivitas pelayanan wisata maupun sebagai keterampilan yang dapat dikembangkan dalam kegiatan usaha makanan dan minuman.

Pengetahuan mengenai pelayanan prima dan kopi juga diharapkan mendorong masyarakat untuk semakin percaya diri dalam memberikan pelayanan yang profesional dan berorientasi pada pengalaman tamu. 

Ke depan, Program Studi Tata Hidang Politeknik Pariwisata Bali berkomitmen untuk terus mengembangkan kegiatan pengabdian yang berangkat dari kebutuhan masyarakat dan karakter destinasi.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan pemangku kepentingan pariwisata diharapkan menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia serta mendukung keberlanjutan pariwisata Bali. 

“Menghadirkan kompetensi vokasi dari kampus untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan industri pariwisata.”

Tentang Program Studi Tata Hidang Politeknik Pariwisata Bali

Program Studi Tata Hidang Politeknik Pariwisata Bali merupakan program studi vokasi yang berfokus pada pengembangan kompetensi pelayanan makanan dan minuman, pengetahuan produk, keterampilan penyajian, serta pelayanan hospitaliti.

Melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, program studi terus mendorong penerapan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat pariwisata. 

 

Editor : Rosihan Anwar
PKM Poltekpar Bali Program Studi Tata Hidang Politeknik Pariwisata Bali poltekpar bali