NEGARA, Radar Bali.id — Kebutuhan tenaga pengajar di Kabupaten Jembrana masih jauh dari kata ideal. Saat ini daerah tersebut mengalami kekurangan hingga 258 guru akibat banyaknya pegawai yang memasuki masa pensiun.
Baca Juga: Unmas Denpasar Gandeng Cagayan State University Filipina, Latih Guru SMPN 7 Mengwi Komunikatif
Namun, usulan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil yang diajukan Pemerintah Kabupaten Jembrana baru mencapai 80 formasi untuk posisi guru.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Jembrana, I Putu Gde Oka Santhika menjelaskan bahwa Pemkab Jembrana telah mengajukan total 158 formasi CPNS ke pemerintah pusat.
Baca Juga: Badah! Modus Ngajak Bikin Konten TikTok, Guru Honorer di Buleleng Embat 18 Ponsel Buat Judi Online
Dari jumlah tersebut, sebanyak 80 formasi dialokasikan untuk guru, sedangkan sisanya diperuntukkan bagi tenaga kesehatan dan tenaga teknis.
"Usulan sudah disampaikan ke pusat. Belum ada informasi dari pusat terkait tindak lanjutnya," ujar Oka, Kamis (24/9/2026).
Oka menambahkan, pengajuan tersebut masih diproses oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Kebijakan persetujuan formasi juga sangat bergantung pada kemampuan anggaran belanja pegawai di tingkat pusat.
Di sisi lain, kebutuhan guru di lapangan kian mendesak. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra sebelumnya mengonfirmasi kekosongan posisi guru mencapai 258 orang. Ia berharap usulan formasi CPNS guru ini dapat disetujui penuh demi menekan kesenjangan tenaga pendidik di sekolah-sekolah negeri.
Selain CPNS, peta kepegawaian guru di Jembrana didukung oleh Aparatur Sipil Negara jalur PPPK. Data BKPSDM mencatat terdapat 1.075 guru PPPK penuh waktu dan 107 orang PPPK paruh waktu. Mengenai wacana pengalihan status PPPK daerah menjadi pegawai pusat agar beban gaji berpindah dari APBD ke APBN, Pemkab Jembrana masih menanti kepastian mekanisme resmi.
Dengan tingginya angka pensiun, usulan 80 formasi CPNS dinilai belum sepenuhnya memulihkan krisis kekurangan guru di Kabupaten Jembrana. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali