DENPASAR, radarbali.jawapos.com – SD Muhammadiyah 4 Denpasar merespons maraknya bencana kebakaran di berbagai wilayah Bali khususnya kota Denpasar.
Yaitu, dengan menggelar simulasi penanganan bencana kebakaran. Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 4 Denpasar, Juniardhi Setiawan, S.Pd., Gr., menjelaskan terkait simulasi kebencanaan merupakan program sekolah dalam SPAB (Satuan Pendidikan Anti Bencana).
”Kebetulan dua guru SD Muhammadiyah 4 Denpasar sudah bersertifikat mitigasi kebencanaan dari MDMC, nah kebetulan saat ini tengah marak bencana kebakaran, jadi semua siswa kita ajarkan cara memadamkan api saat terjadi kebakaran,” terang Pak Wawan, sapaan akrabnya, Sabtu (26/9/2026).
Wawan menyebut, untuk kedaruratan bencana kebakaran ada dua cara yang bisa dilakukan secara cepat. Yakni dengan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dan dengan karung goni basah.
”Tujuan kita supaya anak-anak bisa aware dan paham cara penanggulangan kebakaran, baik jika misal terjadi di rumah atau di sekolah,” tegasnya.
Pihaknya merencanakan simualsi mitigas bencana setahun empat kali. Bukan hanya kebakaran, tapi potensi bencana lain, seperti gempa bumi, banjir dan lainnya.
Bukan hanya itu, di hari bersamaan sekolah ini sekaligus menggelar pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis bagi 100 orang.
”Kami bekerjasama dengan Plastic Bank melayani pemeriksaan mata sekaligus memberi kacamata gratis, bukan hanya dengan siswa tapi juga orang tua dan warga sekitar sekolah,” ungkap Wawan.
Ini katanya, yang pertama di SD Muhammadiyah 4. Menariknya, pihak Plastic Bank hanya minta menukar sampah dan botol plastik sebagai kompensasi.
”Jadi saya kira ada nilai ekonomi sirkular dari pemanfaatan sampah plastik di sekolah ini sehingga bermanfaat,” ujar Wawan.***
Editor : M.RidwanSumber : radarbali.jawapos.com