DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa SMA Negeri 11 Denpasar, Putu Reyna Aprilianti.
Ia berhasil meraih Runner up atau juara kedua Esai dalam Lomba Pangan 2026 tingkat nasional yang diselenggarakan oleh HMPPI IPB University.
Lomba ini diikuti oleh peserta dari berbagai SMA/K/Sederajat dan mahasiswa dari seluruh Indonesia.
Dalam esainya yang berjudul "KoroConnect: Inovasi Platform Digital Terintegrasi Berbasis Sistem Smart Contract dan On-Field Quality Testing sebagai Penguatan Stabilitas Tanpa Impor bagi Pelaku Usaha Pangan", Reyna mengangkat isu ketergantungan Indonesia pada impor kedelai masih sangat tinggi.
Ia menawarkan solusi inovatif berupa platform digital bernama KoroConnect yang dirancang untuk menghubungkan petani Kacang Koro dengan industri tahu tempe secara langsung.
KoroConnect mengintegrasikan tiga fitur utama: Kontrak Digital yang mengunci harga dan volume pasokan sejak awal musim tanam, Uji Mutu Lapangan yang mengukur kadar protein Kacang Koro secara cepat menggunakan spektroskopi portabel, serta Dashboard Logistik Terpadu yang memantau stok dan mengatur distribusi secara real-time.
Platform ini juga dilengkapi dengan fitur Sertifikasi Mutu Digital, Notifikasi Real-Time, Riwayat Transaksi Digital, dan Indeks Kinerja Kemitraan.
Reyna menyampaikan bahwa KoroConnect hadir sebagai jembatan antara petani dan industri, sehingga petani mendapat kepastian harga dan pasar, sementara industri mendapat jaminan pasokan dan mutu.
Menurutnya, inovasi ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.
Dengan memanfaatkan Kacang Koro sebagai substitusi kedelai impor, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada pasar global sekaligus memberdayakan petani lokal.
Ke depannya, Reyna berharap KoroConnect dapat diimplementasikan secara nyata dan menjadi langkah awal menuju kemandirian pangan Indonesia. (kal)
Editor : Rosihan Anwar