Atap Plafon Jebol hingga Krisis Air Bersih, SDN 8 Songan Berharap Uluran Tangan Pemerintah

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 06:31 WIB
PLAFON JEBOL : Kondisi gedung SD Negeri 8 Songan beberapa waktu lalu. (Dewa Ayu Pitri ArisantI)
PLAFON JEBOL : Kondisi gedung SD Negeri 8 Songan beberapa waktu lalu. (Dewa Ayu Pitri ArisantI)

KINTAMANI, Radar Bali.id – Kondisi gedung SD Negeri 8 Songan, Kecamatan Kintamani, Bangli kian memprihatinkan. Berdiri sejak tahun 2011, gedung sekolah tersebut telah mengalami kerusakan kategori sedang.

Sehingga tidak dapat ditangani menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Baca Juga: Atap dan Plafon Jebol Bayangi Siswa, Total di Jembrana Saat Ini Ada Tujuh Gedung Sekolah Rusak

Plafon di sejumlah ruang kelas tampak jebol dan jendela rusak. Begitu pula dengan toilet hasil swadaya komite sekolah yang kini hanya tersisa 2 unit yang dapat digunakan dari total 3 unit yang ada.

Baca Juga: Terganjal Anggaran Pas-pasan, di Depan Wamendikdasmen, Bupati Karangasem Curhat Banyak Sekolah Rusak

Kepala SDN 8 Songan, I Kadek Ruma mengungkapkan, jebolnya plafon ruang kelas terjadi pada tahun 2025 lalu usai diterjang angin kencang.

 ”Awalnya retakan, hanya saja karena tidak dapat diperbaiki dengan dipaku, sehingga kami jebol karena berpotensi jatuh. Yang kami bisa selamatkan dengan cara dipaku, kami paku. Cukup banyak yang lepas dan kami sudah paku sehingga memang cukup membahayakan,” katanya.

Kerusakan tersebut sebenarnya sudah dilaporkan melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Namun sejak berdiri, sekolah ini belum tersentuh revitalisasi maupun rehabilitasi. ”Beberapa hari lalu, kami sudah diminta untuk membuat proposal,” harapnya.

Dalam proposal tersebut, pihak sekolah memohon perbaikan ruang kelas, pembangunan 1 ruang kelas baru, 1 ruang UKS, serta rehabilitasi toilet. Pasalnya, sekolah ini juga mengalami krisis ruang kelas.

Selama ini, siswa Kelas I dan Kelas II harus bergantian menggunakan ruangan. Saat menunggu gilirannya, siswa Kelas II memanfaatkan ruang perpustakaan untuk belajar.

Tak hanya itu, sekolah yang dihuni 131 siswa ini juga belum terjangkau layanan air bersih Perumda Air Minum Tirta Danu Arta Bangli. Kebutuhan air bersih terpaksa mengandalkan uluran tangan guru yang rumahnya berada dekat dari sekolah.

”Untungnya ada guru kami yang rumahnya dekat sekolah dan memiliki jaringan air bersih. Itu yang kami manfaatkan. Semoga bisa ditangani segera,” tandas Ruma.[*]

 

 

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
efisiensi anggaran Kintamani Bangli Plafon jebol gedung sekolah rusak dana bos