DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar (Unmas Denpasar) menyelenggarakan kegiatan FKIP Unmas Denpasar Global Insight 2026: Guest Lecture dengan tema “Australia-Indonesia Relations and Scholarship Opportunities” pada hari Jumat, 9 Oktober 2026.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya FKIP Unmas Denpasar untuk memperluas wawasan internasional dosen dan mahasiswa, khususnya mengenai hubungan bilateral Indonesia dan Australia serta peluang beasiswa untuk melanjutkan studi ke Australia.
Kegiatan Global Insight 2026 dirancang sebagai forum akademik berupa kuliah tamu (guest lecture) dengan menghadirkan Bapak Lachlan Norton dari Konsulat Jenderal Australia di Bali.
Beliau hadir secara langsung untuk memberikan pemahaman terkait hubungan Indonesia dan Australia dan motivasi bagi dosen dan mahasiswa dalam pemanfaatan peluang beasiswa.
Melalui kegiatan ini, FKIP Unmas Denpasar berupaya memperkuat budaya akademik yang terbuka terhadap perkembangan global sekaligus mendorong kolaborasi lintas negara khususnya di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan ini dilaksanakan secara hibrid dengan menghadirkan 613 dosen dan mahasiswa. Hal ini menunjukkan antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan kuliah tamu yang dilaksanakan khususnya materi terkait peluang beasiswa untuk studi di Australia.
Melalui sesi kuliah tamu, peserta diharapkan memperoleh wawasan mengenai berbagai kesempatan pendidikan internasional, persiapan akademik, kemampuan bahasa Inggris, serta pentingnya kesiapan diri dalam menghadapi proses seleksi beasiswa.
Informasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk merencanakan studi lanjut dan bagi dosen untuk mengembangkan kualifikasi akademik serta jejaring profesional.
Melalui kegiatan ini, FKIP Unmas Denpasar juga menegaskan pentingnya internasionalisasi pendidikan tinggi sebagai bagian dari peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan kompetensi lulusan.
Interaksi dengan perspektif internasional dapat membantu dosen dan mahasiswa mengembangkan keterampilan komunikasi lintas budaya, kemampuan beradaptasi, serta pemahaman terhadap isu-isu global.
Kompetensi tersebut semakin relevan bagi calon pendidik dan tenaga profesional yang akan berkiprah dalam lingkungan kerja yang dinamis dan beragam.
Penyelenggaraan Global Insight 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan akademik sesaat, tetapi dapat menjadi awal dari pengembangan kerja sama yang berkelanjutan antara FKIP Unmas Denpasar dan Konsulat Jenderal Australia di Bali.
Tindak lanjut berupa pertukaran informasi beasiswa, pengembangan program akademik bersama, peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa, serta pelaksanaan kegiatan kolaboratif lainnya dapat menjadi langkah strategis untuk memperluas manfaat kegiatan. (kal)
Editor : Rosihan Anwar