Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Geger Buruh Proyek Asal Jember Tewas di Tower Air, Bos Asal India Gantung Diri di Dapur Restoran

Andre Sulla • Rabu, 25 Oktober 2023 | 22:46 WIB

 

BOS RESTORAN:  Evakuasi jenazah Thomas George, 54, diketahui gantung diri di Dapur Restoran Curry In Bali Jalan Danau Tamblingan No. 51 Sanur, Densel, Selasa (24/10/2023)
BOS RESTORAN: Evakuasi jenazah Thomas George, 54, diketahui gantung diri di Dapur Restoran Curry In Bali Jalan Danau Tamblingan No. 51 Sanur, Densel, Selasa (24/10/2023)

DENPASAR, radarbali.id - Sehari, terjadi dua peristiwa kasus Gantung diri di Denpasar. Lelaki asal Jember Jatim yakni Ambri, 34, tergantung di tower air kos-kosan, Jalan Besakih, Desa Pemogan, Denpasar Selatan, Selasa (24/10/2023). Sementara itu, lelaki asal India bernama Thomas George, 54. Berlangsung di dapur Restoran Curry, di Sanur. Bos Restoran sempat tinggalkan wasiat untuk Karyawan.

 

Kepala Seksi Hubuangan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi, menerangkan bahwa Ambri tetiba diketahui tidak masuk bekerja dan tanpa izin. Dua rekannya  berinisial Ar dan WCP merasa ada kejanggalan. Keterangan Ar kepada polisi, saat dirinya bangun tidur sekitar pukul 08.00, Ambri tidak berada di kosnya.

 

Ar mengira pria asal Jember, Jawa Timur tersebut sudah berangkat kerja ke proyek. Sehingga, yang bersangkutan langsung menyusul. Di lokasi proyek tempat mereka bekerja, ternyata yang bersangkutan tidak ada. Usai bekerja, Ar pulang ke kos sekitar pukul 17.00. Namun, Am tetap tidak terlihat.

 

Salah satu rekan Ambri yakni WCP mencari-cari di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Ambri gantung diri di  tower air. Saat ditemukan, korban memakai kaus warna hijau dan celana pendek warna krem. "Berdasarkan keterangan saksi-saksi, sebelum mengakhiri hidupnya, korban sempat menghubungi anaknya," tambah AKP Sukadi.

 

Polsek Denpasar Selatan dan Tim identifikasi Polresta Denpasar yang menerima informasi kejadian ini datang ke TKP. Jenazah ambri diturunkan dan dilakukan pemeriksaan. Nihil ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh. Tali yang digunakan adalah simpul hidup. "Ya murni gantung diri. Pun dari kemaluan korban keluar sperma," tambahnya.

 

Selanjutnya jenazah Am dievakuasi menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar ke Rumah Sakit Umum Pusat Prof Ngoerah (Sanglah) Denpasar. Pada hari yang sama, lelaki asal India bernama Thomas George, 54. Berlangsung di dapur Restoran Curry, di Sanur, Denpasar Selatan, Selasa (24/10), sekitar pukul 10.40.

 

 Baca Juga: Satpam Atlas Keroyok Bule Pakai Balok hingga Klenger Berdalih Bule Mukul Terlebih Dahulu 

AKP I Ketut Sukadi menerangkan, tegasnya Bos Restoran Curry ini pertama kali diketahui oleh rekan senegara korban berinisial DS, 43. Kala itu, saksi baru tiba di tempat kejadian perkara (TKP) dan membuka pintu restoran.  Lalu langsung menuju dapur menaruh barang, usai berbelanja di pasar.

 

DS dibuat kaget lantaran mendapati Thomas dalam keadaan gantung diri. Temannya korban, memberitahu karyawan restoran berinisial KR yang juga baru datang. Selanjutnya, peristiwa mengenaskan tersebut disampaikan kepada kerabat lein dan kepala lingkungan setempat lalu menghubungi pihak Kepolisian.

 

Kepada polisi, KR mengatakan, bosnya  itu seorang pendiam, tertutup kepada karyawan, da sikapnya berubah menjadi murung sejak beberapa hari belakangan. Hasil identifikasi oleh Polsek Denpasar Selatan dan Tim Identifikasi Polresta Denpasar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

 

 Baca Juga: Curi Ponsel Milik Turis Inggris di Cretya Ubud, WNA India Diusir dari Bali

Sebelum mengakhiri hidupnya, pemilik restoran ini sempat menulis tangan sepucuk surat dengan bahasa inggris.

 

"Bayar semua gaji, saya mencintai semua staf restoran, apakah kamu tau saya memutuskan untuk pergi, apakah kamu tau kenapa, saya tidak perlu menjelaskan, kamu akan kehilangan pekerjaan. Polisi Bali jangan dipermasalahkan, jenazah saya kremasikan di Bali, untuk Ges mudah-mudahan semua berjalan baik untuk anda," seperti ini bunyi dalam surat yang ditinggalkan.

 

Berdasarkan fakta - fakta yang dihimpun kepolisian, maka diduga  korban meninggal dunia murni karena gantung dengan motif permasalahan ekonomi. Selanjutnya, jenazah TG dibawa menuju RSUP Prof Ngoerah menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar. "Dua peristiwa gantung diri ini, diduga kuat bermotif masalah ekonomi," tutupnya.***

Editor : M.Ridwan
#pria india #bunuh diri #restoran #polresta denpasar #gantung diri