Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duh, Dampak Letusan Gunung Marapi Sumatra Barat, Kepastian Nasib 28 Pendaki Masih Dinanti

Jawapos Source control • Senin, 4 Desember 2023 | 21:30 WIB
BENAR-BENAR MENGAGETKAN :  Erupsi Gunung Marapi Minggu (3/12/2023) berdampak hujan abu vulkanis di wialyah Kota Bukittinggi dan beberapa wialyah di Kabupaten Agam. (SY RIDWAN/PADANG EKSPRES)
BENAR-BENAR MENGAGETKAN : Erupsi Gunung Marapi Minggu (3/12/2023) berdampak hujan abu vulkanis di wialyah Kota Bukittinggi dan beberapa wialyah di Kabupaten Agam. (SY RIDWAN/PADANG EKSPRES)

Radar Bali.id – Letusan gunung itu tak hanya mengagetkan. Tapi juga bikin miris hati keluarga puluhan pendaki yang masih belum jelas perkembangannya.

Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, mengalami erupsi Minggu kemarin (3/12/2023).

Erupsi tersebut tercatat terjadi sembilan kali hingga pukul 18.00 dengan intensitas lebih rendah. Sedangkan erupsi yang pertama terjadi pukul 14.54 WIB.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat setidaknya masih ada 28 orang pendaki yang belum berhasil turun dari Gunung Marapi.

"Sebanyak 19 pendaki sudah berhasil turun dan diselamatkan oleh tim gabungan. Artinya, masih ada 28 pendaki yang belum berhasil turun," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Senin (4/12/2023) seperti dikutip Jawapos.com dari kantor berita Antara.

Abdul juga menyampaikan informasi dari Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam Bambang Warsito bahwa kabar tentang pendaki yang meninggal belum dapat diverifikasi.

Tim petugas gabungan masih melanjutkan upaya untuk menemukan dan menolong pendaki Gunung Marapi yang hingga kini belum berhasil turun.

"BNPB bersama BPBD dan instansi terkait lain terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menyiagakan petugas untuk melakukan tindakan cepat jika terjadi aktivitas vulkanik susulan di Gunung Marapi," imbuh Abdul.

BNPB juga meminta warga, wisatawan, maupun pendaki dilarang beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah utama Gunung Marapi.

Seperti diberitakan, erupsi Gunung Marapi menyebabkan hujan abu di sejumlah kecamatan antara lain Kecamatan Canduang, Sungai Pua, Ampek-Ampek, dan Malalak.

Selain itu, erupsi tersebut juga mengakibatkan hujan abu disertai batu di Kecamatan Banuhampu, Tilatang Kamang, Baso, Tanjung Raya, Lubuk Basung, IV Koto, Matur, Tanjung Mutiara, Palembayan, dan Kamang Magek.

BPBD Kabupaten Agam dan Tanah Datar meminta warga memakai masker untuk mencegah dampak buruk hujan abu vulkanik Gunung Marapi terhadap kesehatan.

Senada dengan BPBD Agam dan Tanah Datar, Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatra Barat juga meminta warga setempat tidak ke luar rumah pasca erupsi Gunung Marapi terutama mengantisipasi adanya erupsi susulan.

Wali Kota Bukittinggi Erman Safar juga meminta warga untuk mematuhi segala imbauan dari pemerintah dan pihak berwenang terkait musibah erupsi yang terjadi.

"Sudah beberapa kali erupsi terjadi, warga kami minta tidak panik. Tetaplah tenang dan tetap di dalam ruangan. Jika berada di luar ruangan, carilah tempat perlindungan, gunakanlah masker, sapu tangan, atau pakaian untuk menutup mulut dan hidung dari abu erupsi," ujar Erman.[JPG/jawapos.com]

Editor : Hari Puspita
#erupsi #gunung marapi #Sumatra barat