DENPASAR, radarbali.id - Warga kota Denpasar resah. Sebab, seorang warga bernama Elan melaporkan telur ayam kampung yang dibeli beberapa hari lalu dari salah satu Swalayan ternama di Jalan Tukad Batanghari, Panjer, Denpasar Selatan, diduga palsu.
Temuan ini tentu saja menampar para pemangku kepentingan di Bali. Seperti Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) , Dinas Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), juga Satgas Pangan, dituding kecolongan.
Temuan telur ayam kampung yang diduga palsu ini terungkap ketika seorang warga Jalan Tukad Badung, dengan sapaan Elan hendak memakan telur yang baru di rebus, Sabtu malam (15/12/2023).
Setelah kulit telur dilepas, ia melihat isi telur yang baru di beli di salah satu Swalayan di Panjer, Kamis (13/12) itu, tidak seperti telur ayam kampung pada umumnya, atau telur yang biasa ia konsumsi.
"Saya sendiri yang beli telur-telur ini dua hari lalu, di salah satu swalayan di Panjer. dari sekian butir yang ada dalam satu kotak mika ini, ada dua butir yang diduga kuat palsu," ungkap Elan sembari mengatakan, tentu uji lab lah yang akan memastikan keaslian telur.
Secara kasat mata, setelah direbus isinya padat dan kenyal seperti karet, termasuk lapisan antara kulit dan putih telur sedikit keras, juga beda aroma .
Baca Juga: Pelaku Rudapaksa Gadis 18 Tahun di Buleleng Tak Ditahan, Begini Penjelasan Polisi
Dengan adanya temuan ini, Elan yang selalu konsumsi telur ayam kampung mengaku terdapat beda tekstur cangkangnya ketika diketuk gunakan sendok. Saat dibuka bagian kuning telur dan putihnya terlihat beda teksturnya.
"Berbeda dengan tektur telur asli. Kebetulan saya penggemar telur ayam kampung," ungkpanya.
Secara kasat mata, temuan ini beda dengan telur asli. "Telur yang diduga palsu ini saya aman," catus Elan sembari menunjukan kotak mika plastik transparan, tempat telur di kemas.
Harga telur satu kotak mika plastik ukuran sedang ini Rp 17.650 rupiah. Warga kota berharap semoga pihak terkait segera mengambil langkah. Sekaligus mengantisipasi peredaran telur diduga palsu, agar tidak kecolongan.***
Editor : M.Ridwan