Dua Pria Timor Leste Diserang dan Ditebas 6 OTK Berbadan Kekar, Kaca Mobil Runtuh, Polisi Kejar 6 Orang
Andre Sulla• Kamis, 21 Desember 2023 | 02:45 WIB
BENTROK: Lokasi terjadinya bentrok berdarah antara WNA Timor Leste melawan 6 OTK di kosan elit Sidakarya Denpasar.
DENPASAR, radarbali.id - Peristiwa berdarah kembali terjadi di Wilayah Hukum Polsek Denpasar Selatan (Densel). Dua pria asal Bobonaro, Timor Leste jadi korban penebasan. Mereka adalah Matias Fernandes dan Jhon. Peristiwa ini berlangsung di kosan elit, Jalan Bedugul Gang, Garuda depan No. 2, Sidakarya Densel, Rabu 20 Desember 2023 Pukul 00.45.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, peristiwa tersebut menghebohkan warga sekitar. SR warga setempat mengaku, sempat mendatangi lokasi kejadian setelah mendengar suara teriakan seperti terjadi keributan.
Ternyata benar, ketika tiba di lokasi pera penghuni kosan elit itu telah terjadi keributan dan 6 pria tak dikenal telah kabur, Kaca Mobil Xpander warna hitam bagian belakang dan pintu belakang kiri pecah. Saat itu, terlihat dua orang pria menjadi korban dan alami luka tebasan.
"Selama ini, setahu saya tidak pernah ada keributan di sini. Apalagi sampai ada penebasan seperti ini," papar SR sembari mengatakan tak berselang lama pihak kepolisian tiba di TKP dan dua pria asal Bobonaro, Timor Leste di larikan ke Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Ngoerah untuk mendapatkan perawatan medis.
"Kata warga di sini, 6 pria misterius itu duduga orang NTT, ini diketahui dari cara berbahasa ketika berkomunikasi dengan salah satu penghuni kos sebelum kejadian," tambahnya.
Ke enak pria itu, diduga sudah memiliki rencana mencari Jhon. Namun, apa permasalahan mereka dengan sopir Mobil Xpander yang tinggal di kosan elit ini, warga tidak tahu menahu.
"Biar tidak salah, coba konfirmasi ke bapak-bapak polisi saja," timpal RS saat dijumpai di kawasan TKP, Rabu (20/12). Terkait peristiwa tersebut, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi membenarkan.
Dijelaskan, telah terjadi Penganiayaan dengan Penebasan terhadapat dua Warga Negara Asing kebangsaan Timor Leste di depan rumah kos elit Jalan Bedugul, Gang Garuda depan No 2 Sidakarya Densel, sekitar pukul 00.45.
Masalah ini telah ditangani oleh Polsek Densel di Backup Polresta di Polda Bali. Pihaknya telah memintai keterangan sejumlah saksi mata bernama Moises Marcal, saksi korban dan beberapa warga setempat.
Dijelaskan, peristiwa ini berawal ketika Matias Fernandes mendapatkan kabar bahwa adik sepupu bernama Moises Marcal. Bahwa dirinya berada di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Matias mengajak Jhon menyetir Mobil Xpander warna hitam Nopol DK 1359 VN menuju Bandara.
Sekadar diketahui, Moises Marcal datang dari Inggris tujuan Dili, namun transit di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Selasa sore (19/12).
Mengetahui bahwa Moises Marcal akan melanjutkan penerbangan menuju Bandar Udara Internasional Presidente Nicolau Lobato, Dili, keesokan harinya Rabu 20 Desember 2023 sekitar pukul 09.00, kedua korban ini mengajaknya keliling Kota Denpasar untuk mencari makan sekaligus beristirahat di kosan (TKP) di tempat sang pengemudi Xpander yakni kosan Jhon. Dalam perjalan ke kos, mereka mampir di rumah makan Jalan Tukad Pakerisan.
Usai makan mereka melanjutkan perjalanan dan tiba di kosan, Jalan Bedugul, Gang Garuda, No. 2, Sidakarya, Densel, ternyata enam pria tak dikenal susah berada di lokasi bersenjata Parang dan terpantau gerak-gerik sangat mencurigakan.
Karena kecurigaan inilah, Jhon memilih turun lebih dahulu dari mobil, lalu menghampiri salah satu penghuni kosan yang sudah berdiri di teras. Dia adalah seorang Mahasiswa Undiknas, asal Medan Sumatera Utara, bernama Frank Asido Lumbantobing, 19, yang sedang berdiri di teras.
Baru satu kalimat, "Ngapain mereka, nyari siapa oran-orang itu,"ungkap Kasi Humas mengutip perbincangan awal antara Jhon dan Frans. "Mereka mencari kak Jhon," tambah Kasih Humas mengutip jawaban Frans kepada Jhon.
Saat itu juga, dua dari enam orang pria tidak dikenal ini bergegas mendekat ke arah Jhon. Mengetahui dirinya akan di serang dengan parang, sopir Xpander ini mendorong penghuni kos asal Medan itu agar segera masuk dan bersembunyi di dalam kamar.
Di luar teras kosan, aksi bakuhantam tak terhindarkan. Jhon mengalami tebasan pada tangan. Saat yang bersamaan, para pelaku lain menyerang Matias Fernandes dengan parang yang saat itu masih didalam mobil.
Matias Fernandes (Kakak saksi mata) alami luka tebas di tangan kiri. Baik di bagian pergelangan, dan bagian lengan kiri atas. Kaca mobil pintu bagian kiri belakang pecah, kaca belakang juga pecah.
Walaupun demikian, Matias Fernandes berusaha melakukan perlawanan dari dalam mobil. Karena warga mulai berdatangan, empat pria berbadan kekar ini memilih kabur. Lalu Frank Asido Lumbantobing keluar dari kamar dan melihat Jhon alami luka luka selanjutnya, ia bersama teman lain melaporkan kejadian tersebut ke mapolsek Denpasar Selatan.
"Dua korban dievakuasi petugas BPBD Kota Denpasar ke RSUP Prof. Ngoerah. Adapun ciri ciri pelaku, mereka kendarain tiga sepeda motor" tambahnya.
Ketika berada di TK, para pelaku yang masih misterius ini memakai helm dan penutup wajah selama berjam-jam menunggu di TKP. Mengenakan jaket Gojek. Mereka sempat berdialek dengan saksi bernama Frans dan logat mereka kental seperti asal nada bahasa dari NTT.
"Pelaku 4 orang badannya besar dan tinggi sekitar sekitar 174 dan 2 orang badannya kerus tinggi badan sekitar 170," tambahnya. Pihak Kepolisian dari unit Iden Polresta Denpasar tiba di TKP selanjutnya melakukan olah TKP, sekitar pukul 03.00. "Kamis masih selidiki, raksasa saksi dan CCTV juga. Para pelaku masih dikejar, karena itu motif masih di dalami," tutupnya.***