Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tegas!Tetap Menuntut Diproses Hukum, Keluarga Relawan Gama Korban Penganiayaan Kembalikan Bingkisan dari TNI

Jawapos Source control • Senin, 1 Januari 2024 | 22:15 WIB
TUNTUT PROSES HUKUM: Perwakilan keluarga korban penganiayaan yang dilakukan oknum TNI berniat mengembalikan bingkisan dari pihak TNI untuk korban penganiayaan, Minggu (31/12)(RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
TUNTUT PROSES HUKUM: Perwakilan keluarga korban penganiayaan yang dilakukan oknum TNI berniat mengembalikan bingkisan dari pihak TNI untuk korban penganiayaan, Minggu (31/12)(RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)

RadarBali.id- Proses   hukum harus   ditegakkan atas kejadian tragis yang dialami relawan Ganjar- Mahfud di Boyolali, Jateng.

Keluarga relawan Ganjar-Mahfud (Gama)yang menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oknum TNI Kompi B Yonif Raider 408/Suhbrastha mengembalikan buah tangan dari perwakilan TNI, yang diberikan saat mengunjungi korban di rumah sakit. Keluarga menuntut menuntut agar oknum TNI itu diproses hukum.

Saat ini, kedua korban masih menjalani rawat inap di RS Pandan Arang.

Kejadian penganiayaan itu terjadi di depan Markas Kompi B Yonif 408/ Suhbrastha di jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pulisen, Boyolali Kota pada Sabtu (30/12/2023) siang.

Ada tujuh korban yang merupakan relawan Ganjar -Mahfud. Sedangkan pelaku berjumlah 15 orang merupakan oknum TNI Kompi B Yonif Raider 408/Suhbrastha.

Perwakilan keluarga dari korban, Dwiatno mengatakan keluarganya, Arif menjadi salah satu korban penganiayaan yang dilakukan oleh oknum TNI anggota Kompi B Yonif 408 Suhbastra.

Saat itu korban hendak pulang ke rumahnya di Kecamatan Cepogo, setelah ikut kampanye penyambutan Ganjar Pranowo.

Pasca penganiayaan itu, Arif harus menjalani perawatan di RS Pandan Arang. Karena mengalami luka di sekujur tubuhnya.

Meski dalam keadaan sadar, namun, korban susah untuk beraktifitas bahkan hanya untuk melihat.

Saat menjalani perawatan itu, perwakilan TNI datang ke rumah sakit dan memberikan bingkisan. Hanya saja, keluarga masih belum bisa menerima.

"Mau mengembalikan bingkisan, karena dari pihak keluarga tidak mau menerima bingkisan dari TNI. Keluarga meminta agar diproses hukum sampai tuntas," tegasnya.

Di sisi lain, Arif merupakan relawan Ganjar-Mahfud yang baru pertama kali mengikuti kampanye.

Apesnya, dia justru menjadi salah satu korban penganiayaan oknum TNI dan harus menjadi rawat inap hingga sekarang.

"Ya, kami harap, bisa segera sembuh. Dan kejadian ini tidak terulang lagi," tandasnya. [JPG/jawapos.com]

 

Editor : Hari Puspita
#penganiayaan #relawan #Ganjar Mahfud