SINGARAJA, Radar Bali.id- Ada -ada saja. Sebuah video mendadak viral lantaran menayangkan rawon dengan daging tikus.
Adegan video itu diunggah oleh akun Facebook Gede Mahensa BaliTour pada Kamis (15/2/2024). Dalam video berdurasi 1 menit 26 detik, rawon itu diduga dibeli di wilayah Desa Kalibukbuk, Buleleng.
Perbekel Desa Kalibukbuk, I Ketut Suka mengatakan bila sampai saat ini pihaknya masih menunggu kehadiran pengunggah video, untuk melakukan penjelasan serta pembuktian. Ini untuk membuat situasi di wilayah Desa Kalibukbuk bisa kembali kondusif.
Perbekel Suka dalam keterangannya menyebutkan bahwa bila pedagang yang diduga menjual rawon berdaging tikus itu, bukanlah warga dari Desa Kalibukbuk. Melainkan berasal dari wilayah lain, yang memang sudah berjualan sejak lama.
Ia mengatakan bila selama ini, mereka juga ikut berkontribusi dalam iuran ke desa adat, juga telah diterima oleh masyarakat sekitar. Selama ini, lanjut Suka, memang kegiatan berdagang mereka berjalan normal, sebelum viralnya video tersebut.
“Kebetulan yang berjualan bukan warga kami, tetapi dari salah satu wilayah di Kecamatan Buleleng. Memang sudah lama berjualan di kawasan Pantai Lovina, tiap malam berjualannya,” ujar Suka dikonfirmasi pada Minggu (18/2/2024) pagi.
Meskipun sudah mengetahui oknum pedagang, Suka mengatakan bila pihaknya masih menunggu keterangan dari pengunggah video, untuk mencegah kesan fitnah. Dari info yang didapatnya, pengunggah disebutkan tinggal di wilayah Desa Temukus, Kecamatan Banjar.
“Kita juga ingin suasana masyarakat menjadi kondusif, sehingga kita ingin yang mengunggah itu yang memperjelas, agar tidak terkesan fitnah. Saya baru tahu videonya kemarin (Jumat, 16/2/2024) setelah diberitahu warga,” sambungnya.
Untuk diketahui, video yang diunggah pada Kamis (15/2/2024) itu telah dibagikan sebanyak 553 kali, dengan 285 komentar menggelitik. Namun dari pantauan pada Minggu (18/2/2024) sore, video tersebut sudah hilang dari akun pengunggah.
Dalam video itu, pengunggah mengatakan bahwa ia yang baru saja pulang bertugas sebagai Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), karena keadaan lapar, lalu membeli rawon. Namun sesampainya di rumah, ia yang sudah menuangkan rawon itu ke dalam mangkok belum memakannya.
Ia iseng dan mengaduk-aduk rawon itu. Ternyata tindakannya itu membuatkan kaget, lantaran ia menemukan sebuah daging berisi ekor. Daging tersebut diduga mirip daging tikus, lengkap dengan ekornya.
“Mimih aget konden kat daar, mekite nyendok-nyendok, ikut. Tong ratu betare, sing mungkin ape ikut sampe amone gedene (Waduh untung saja belum saya makan, pengen aduk-aduk, muncul ekor. Waduh Tuhan, tidak mungkin ini ekor sapi segini besarnya),” kata pengunggah dalam video.
Lebih jauh, ia tak mau menyebutkan pedagang rawon yang diduga menggunakan daging tikus itu. Menurutnya, dalam video, lebih baik ia saja yang mengetahuinya, dan membiarkan orang lain tahu sendiri. [*]
Editor : Hari Puspita