TABANAN,radarbali.id – Manajemen Pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Penebel Tabanan memastikan bakal memberikan santunan terhadap dua warga negara asing (WNA) yang tewas tertimbun tanah longsor saat menginap di Villa Yeh Baat, Banjar Jatiluwih Kangin, Desa Jatiluwih, Kamis (14/3).
Kepastian soal santunan diberikan kepada dua WNA yang tewas yakni Angelina, 48 dan Luciano, 51 itu diungkapkan oleh Asisten Manager II Pengelola DTW Jatiluwih I Gede Made Alitoya Winaya.
"Kami dari pihak DTW sudah melaporkan ke pihak asuransi soal peristiwa yang menimpa dua WNA itu. Kemudian sekarang masih dalam proses. Untuk besaran kompensasi yang diberikan belum bisa dipastikan karena masih dalam proses," ujar Made Alitoya, Jumat (15/3/2024).
Baca Juga: Badah! Gegara Tergiur Lihat Kunci Nyantol, Kakak dan Adik Ipar Beraksi Curi Motor, Begini Nasibnya
Made Alitoya menjelaskan pemberian santunan kepada dua WNA korban tewas tertimbun longsor pihaknya bekerjasama dengan asuransi Proteksindo.
Pemberian santunan asuransi adalah sebagai bentuk tanggung jawab Manajemen DTW Jatiluwih kepada para wisatawan yang datang berkunjung dan menginap di kawasan DTW Jatiluwih.
Selain itu, tiket yang dibeli oleh setiap wisatawan yang berkunjung memang sudah termasuk tanggungan asuransi jika sewaktu-waktu wisatawan mengalami musibah.
Baca Juga: BBPOM Denpasar Lakukan Pengawasan Takjil di Dua Masjid: Semua Memenuhi Syarat
Adapun harga tiket yang berlaku saat ini untuk wisatawan mancanegara yakni dewasa Rp40 ribu dan anak-anak Rp 30 ribu.
"Kami sebagai pihak pengelola DTW Jatiluwih hanya menunaikan tanggung jawab kepada wisatawan. Sedangkan, terkait tanggung jawab dari pemilik Vila Yeh Baat nanti beda lagi tergantung kebijakan pemilik," ungkapnya.
Disinggung apakah ada dampak dari peristiwa tanah longsor terhadap kunjungan wisatawan di DTW Jatiluwih.
Made Alitoya menyebut sejauh ini belum ada dampak dan pengaruh terhadap kunjungan wisata. Sampai dengan Jumat kemarin (15/3) jumlah kunjungan masih normal atau tidak terjadi penurunan wisatawan. Bahkan, kunjungan masih didominasi oleh wisatawan asing.
“Kalau sekarang rata-rata 500 orang per hari. Dengan dominan kunjungan dari wisatawan Eropa,” pungkasnya.***
Editor : M.Ridwan