Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kacau! Turnamen Futsal Anak Rantau di Kuta Selatan Badung Berujung Bentrok, Begini Pemicunya

Putu Honey Dharma Putri Widarsana • Selasa, 7 Mei 2024 | 13:45 WIB

PENGACAU: Turnamen futsal anak rantau di Kuta Selatan Badung ricuh dan terjadi bentrok antar tim yang umumnya asal Sumba NTT.
PENGACAU: Turnamen futsal anak rantau di Kuta Selatan Badung ricuh dan terjadi bentrok antar tim yang umumnya asal Sumba NTT.

KUTA SELATAN, radarbali.id - Kacau! Bentrok atar supporter Futsal terjadi di Freedom Futsal Arena Kuta Selatan pada Minggu (5/5/2024). Keributan tersebut terjadi saat sedang berlangsungnya sebuah turnamen bernama Fun Futsal Rantuan Cup 2024 Season Ke V yang dikuti sebanyak 24 team.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP Ketut Sukadi ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Dirinya bahkan mengatakan bahwa para pemain hingga supporter di dominasi masyarakat rantau asal Sumba.

“Betul, telah terjadi Keributan/perkelahian di lapangan futsal freedom arena di Jl.Batu Ngongkong Lingkungan Anggaswara Kel. Jimbaran dalam rangkaian tournament Fun Futsal Rantuan Cup 2024 Season Ke V yang di ikuti oleh 24 team dari Sumba,” paparnya

Tak hanya itu, Sukadi mengatakan bahwa kegiatan tersebut tak mengantongi izin sehingga tidak ada aparat yang diterjunkan untuk melakukan pengamanan.

“Dalam kegiatan tournament tersebut pihak panitia/penyelenggara tidak mempunyai ijin keramaian dari pihak kepolisian sektor Polsek Kuta Selatan. Sehingga pihak panitia/penyelenggara di panggil sebagai saksi ke kantor Polsek Kuta Selatan Untuk memberikan keterangan,”jelasnya.

Bahkan sebuah vidio yang merekam kejadian bentrok dengan aksi pelemparan batu tersebut viral di media sosial. Tersebar pula terdapat korban yang berdarah dan terluka akibat bentrok tersebut.

Baca Juga: Bendesa Adat Berawa Terjaring OTT, Sekda Provinsi Bali Minta Jangan Kaitkan dengan Desa Adat, Gandeng KPK Pastikan Hal ini

Sukadi menjelaskan bahwa saat pertandingan atara tim Maliti Indah VS Satu Darah FC pada babak ke 2 menit ke 6 terdapat konflik yang terjadi lantaran adanya sebuah pelanggaran.

Lalu terjadi pemukulan oleh pemain nomor punggung 14 dari team Maliti Indah (Sumba Barat) terhadap pemain nomor punggung 5 dari Satu Darah FC (Sumba Barat Daya).Melihat hal itu wasit dilapangan pun melerai dan memberikan sangai berupa kartu merah kepada pemain nomor punggu 14 dari team Maliti Indah.

Tiba-tiba datang seorang bapak-bapak yang datang ke lokasi futsal dan bertanya siapa yang telah memukul anaknya. Panitia pun berusaha untuk mengajak kedua belah pihak menyelesaikanya secara kekeluargaan.

Baca Juga: Saling Menguntungkan untuk Berkoalisi, Kembang Malah Menyebut Partai Golkar Sebagai Saudara Kandung

Namun oknum tersebut tampak ngotot untuk membawanya kejalur hukum. Namun saat sedang mendiskusikan hal tersebut. Tiba- tiba datang orang tak dikenal yang diduga suporter berteriak membuat gaduh dengan melontarkan kata-kata daerah yang memicu terjadi keributan. 

Bentrok dan pelemparan batu itu pun tak dapat dihindarkan. Parahnya, kegiatan tersebut juga tak mengantongi izin sehingga tak ada petugas dari kepolisian yang siaga melakukan pengamanan. ***

Editor : M.Ridwan
#bentrok #Turnamen Futsal #anak rantau #radarbali #Kuta Selatan