Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

ABK Primus Indah Tewas di Laut dan Ditemukan Mengapung, Begini Dugaan Penyebabnya

Andre Sulla • Rabu, 22 Mei 2024 | 03:07 WIB

 

EVAKUASI: Faizal Zahrul Bachri, 26, ditemukan tewas di Perairan Kolam Bandar, dermaga barat Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan, Senin 20 Mei 2024.
EVAKUASI: Faizal Zahrul Bachri, 26, ditemukan tewas di Perairan Kolam Bandar, dermaga barat Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan, Senin 20 Mei 2024.

DENPASAR, radarbali.id - Seorang Anak Buah Kapal (ABK) Primus Indah diketahui bernama Faizal Zahrul Bachri, 26, ditemukan tak bernyawa dalam posisi mengapung di lautan Selasa (21/5/2024).

Jenazahnya di temukan mengapung di Perairan Kolam Bandar, dermaga barat Pelabuhan Benoa, Kelurahan Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan, pada 20 Mei 2023 sekitar pukul 10.00.

"Ya, saat ditemukan dalam posisi mengapung tengkurap. Korban mengenakan baju dan celana warna hitam," ungkap Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi dikonfirmasi, Selasa (21/5/2024).

Dikatakan, hingga kemarin pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab korban tewas.

Untuk mengungkap penyebab kemarin korban aparat kepolisian memeriksa keterangan sejumlah saksi yang tak lain adalah rekan kerja sesama ABK di Kapal Primus Indah.

Selain itu polisi juga menunggu hasil pemeriksaan terhadap jenazah korban oleh tim medis di RSUP Prof IGNG Ngoerah Denpasar.

"Pihak Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa telah memeriksa keterangan dari tiga rekan kerja korban yakni Wahyu Novianto, 33, Nurul Subehi, 34, dan Shadam Husen, 34," beber AKP I Ketut Sukadi sembari mengatakan, tiga saksi ini mengaku tidak mengetahui mengapa korban meninggal dunia.

Wahyu Novianto ungkap AKP Sukadi mengaku menemukan rekannya dalam mengapung pada saat bekerja bersama Masnus yang merupakan kapten kapal Primus Indah. Awalnya dikira orang berenang. Setelah didekati ternyata yang bersangkutan meninggal dunia.

Sementara keterangan dari Shadam Husen bahwa pada Sabtu (18/5) sekitar pukul 22.30, yang bersangkutan (korban) sempat ngobrol bareng di haluan kapal tempat mereka bekerja.

Selain Husen dan korban, saat itu juga ada Masnus (kapten kapal) dan sejumlah ABK lainnya. Sekitar sejam ngobrol bareng mereka bubar untuk istirahat malam.

Ketika bubar itu, diantara mereka tidak ada yang saling memperhatikan. Keesokan harinya sudah tak melihat Faizal.

Mereka bersama ABK lainnya sempat mencari di sekitar kapal, namun tak bertemu. Ditelepon namun nomor korban tidak aktif.

Tak lama berselang ABK Wahyu Novianto menemukan korban secara tak sengaja mengapung di Perairan Kolam Bandar. Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Kawasan Perairan Benoa.

"Awalnya saksi tak mengira kalau yang mengapung itu adalah temannya sendiri (Faizal Zahrul Bachri). Selain itu saksi juga tak mengira kalau itu adalah orang meninggal dunia," ungkap AKP Sukadi.

Menerima informasi tentang kejadian itu anggota langsung menuju ke sana untuk melakukan langkah-langkah kepolisian. Setelah melakukan olah TKP dan menginterogasi sejumlah saksi di sana jenazah korban dievakuasi ke RSUP Prof Ngoerah Denpasar.

"Hingga saat ini (kemarin) tim di lapangan masih melakukan penyelidikan terkait penyebab," pungkasny.***

Editor : M.Ridwan
#pelabuhan benoa #abk #tewas mengapung