DENPASAR, radarbali.id - Kabar duka datang dari arena World Water Forum (WWF) ke-10 di Nusa Dua Bali.
Seorang peserta dengan identitas Kim Myo Jung, 53, ditemukan tewas dalam kamar 308, Hotel Mahogany di Jalan Bypass Ngurah Rai kawasan Taman Mumbul, Benoa, Kuta Selatan, Badung, Kamis 23 Mei 2024 sekitar pukul 12.50.
Ternyata yang bersangkutan peserta Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) World Water Forum (WWF) asal Korea Selatan.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali Kombespol Jansen Avitus Panjaitan mengatakan, korban merupakan Crew Exhibitor (kru pameran) peserta KTT WWF dari Korea Selatan.
Sebelum ditemukan tak bernyawa, lelaki kelahiran Korea Selatan 26 Oktober 1970 itu sempat dirawat di klinik Bali International Convention Center (BICC) dan kemudian dirujuk ke RS BIMC Nusa Dua, Senin 20 Mei 2024.
"Ya, almarhum menderita sakit sesak napas. Setelah menerima obat dari sana korban diperbolehkan pulang," kisahnya.
Ternyata, yang bersangkutan ditemukan tewas oleh rekannya sesama peserta KTT WWF dari Korea Selatan bernama Eun Dong Hwan, Kamis 23 Mei 2024 sekitar pukul 12.50. Eun Dong Hwan datang ke kamar (TKP), setelah tidak respons teleponnya.
Khawatir dengan kondisi sang teman, saksi datang dan meminta bantuan staf hotel untuk membuka pintu kamarnya.
Setelah pintu kamar dibuka menggunakan kunci master, Eun Dong Hwan melihat yang bersangkutan tergeletak di di bawah wastafel kamar mandi.
Lalu memintan bantuan staf hotel untuk memanggil petugas medis. "Kata saksi, sejak Selasa 21 Mei 2024, korban tidak mengikuti kegiatan WWF," kisahnya.
Lalu, lelaki ini sempat datang ke lokasi WWF tetapi hanya untuk melihat-lihat situasi saja, Rabu 22 Mei 2024. Mengetahui sakit, rekan-rekannya berupaya supaya korban pulang lebih awal hari ini (kemarin).
"Sayangnya belum keluar dari hotel korban sudah meninggal dunia," ungkap ungkap Kombes Jansen.
Mantan Kapolresta Denpasar mengatakan anggota kepolisian di lapangan masih melakukan penyelidikan.
Dirinya belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban.
"Untuk keterangan hasil pemeriksaan lebih lanjut mari kita tunggu dari pihak RS Prof Ngoerah Denpasar yang menangani. Kapan jenazah akan di pulangkan ke negaranya kita masih menunggu keputusan dari pihak Konsulat Korsel," tutupnya.***
Editor : M.Ridwan