HOAKS! Dikabarkan Pengeroyokan di Medsos, Ternyata Kecelakaan Lalu Lintas

Andre Sulla • Dipublikasikan Senin, 27 Mei 2024 | 14:45 WIB
TERNYATA BUKAN PENGEROYOKAN : Kejadian lakalantas yang dipelintir medsos bahwa pengeroyokan. (foto: screenshot video)
TERNYATA BUKAN PENGEROYOKAN : Kejadian lakalantas yang dipelintir medsos bahwa pengeroyokan. (foto: screenshot video)

DENPASAR, Radar Bali.id - Warga dihebohkan dengan postingan telah viral dan beredar luas di media sosial (medsos) tentang terjadinya aksi yang diduga pengeroyokan di depan Setra Desa Adat Panjer, Denpasar Selatan.

Ternyata tidak benar informasi tersebut. Faktanya adalah kecelakaan lalu lintas. 

Terkait kabar ini, berdasarkan konfirmasi kepada Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar.  Iptu I Ketut Sukadi membantah terkait viralnya video yang menyatakan pengeroyokan.

Dijelaskan  bahwa  telah dilaksanakan pulbaket (pengumpulan bahan keterangan) , pada hari Minggu (26/5/2024) sekitar pukul 10.00, terkait postingan viral tentang pengeroyokan di media sosial.

Dijelaskan, pihaknya telah meminta keterangan beberapa saksi warga setempat. Para saksi mendengar suara ribut-ribut. Pun terlihat orang-orang sudah ramai.

Setelah dicek, warga menemukan pengendara sepeda motor Yamaha Vixion warna merah tanpa TNKB terjatuh.

Saat ditanya mengaku telah bersenggolan dengan temannya yang mengendarai sepeda motor Honda Vario Warna hitam tanpa TNKB.

Korban pengendara sepeda motor Yamaha Vixion maupun pengendara sepeda motor Honda Vario yang diajak bersenggolan diduga berasal dari daerah NTT.

Korban mengalami luka lecet pada bagian wajah, sekitar 30 menit kemudian korban maupun yang diajak bersenggolan membubarkan diri, ke arah selatan dengan menggunakan sepeda motor.

"Pun dari keterangan saksi (Jagabaya) wilayah panjer di TKP bahwa kejadian tersebut adalah kecelakaan juga," kisahnya.

Karena itu dalam kesempatan ini, Jubir Polresta mengimbau warga untuk tidak mudah percaya apalagi terprovokasi dengan berita-berita bohong.

Dikatakan, hoaks berpotensi ujaran kebencian. Untuk itu pentingnya untuk bersikap bijak dalam menggunakan medsos khususnya dalam menyikapi setiap informasi yang didapat melalui medsos.

“Sangat penting untuk bijak saat menggunakan medsos agar kita terhindar dari hasutan berita-berita atau informasi provokatif yang tidak jelas kebenarannya,” pungkasnya. [*]

 

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
denpasar hoaks pengeroyokan kecelakaan