NEGARA,radarbali.id - Seorang balita ditemukan dalam kondisi meninggal di kubangan air pembuangan air limbah rumah tangga, di rumahnya sendiri, di Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, Sabtu (8/6) lalu.
Balita berinisial GAP yang masih usia 10 bulan itu, diduga merangkak usai terbangun dari tidur tanpa sepengetahuan ayahnya yang menemani.
Kapolsek Kota Jembrana Iptu Richard Damianus Pengan mengatakan, korban ditemukan pertama kali oleh kakak korban yang baru dari pasar sekitar pukul 09.30 WITA. Saat memarkir motor di sebelah selatan rumahnya, tepat sebelah bak pembuangan limbah rumah tangga, melihat cucunya didalam posisi mengapung.
"Seketika kakeknya mengangkat korban dari kolam penampungan air," ujarnya.
Dari pemeriksaan kakek korban, cucunya sudah meninggal. Kemudian kakeknya berteriak memanggil ayah korban yang sedang masih tidur di dalam kamar. "Saat kakek korban mengangkat korban dari kolam, namun ia sudah dalam keadaan meninggal dunia," ujarnya.
Berdasarkan keterangan dari ayah korban, sebelum anaknya ditemukan meninggal tidur bersama ayahnya di dalam kamar.
Ayah korban tidak menyadari kalau anaknya bangun dan turun dari kasur. Korban yang masih merangkak ini diduga keluar dari kamar lalu keluar ke arah kanan menuju kolam penampungan air limbah rumah tangga yang berada pada sisi barat rumah.
Dari Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) tim Inafis Polres Jembrana, korban yang masih balita dengan tinggi 65 sentimeter, diduga meninggal karena tenggelam dalam bak pembuangan air rumah tangga yang memiliki panjang 160 sentimeter, lebar 80 sentimeter dengan kedalam 1554 sentimeter. "Kolam air pembuangan tidak ada penutup," imbuhnya.
Dari pemeriksaan dokter dan tim Inafis juga tidak ditemukan tanda tanda kekerasan pada bagian tubuh korban.
"Kejadian ini murni kecelakaan akibat kelalaian dari pihak keluarga. Pihak Keluarga sudah mengikhlaskan kejadian tersebut sebagai musibah dan saat ini Jenasah korban berada di rumah duka," tegasnya.
Kapolsek mengimbau masyarakat untuk terutama bagi yang memiliki anak kecil, agar memastikan keamanan di sekitar rumah.
"Jauhkan anak-anak dari tempat atau barang berbahaya. Jangan sampai lalai ketika memiliki balita yang sedang aktif bergerak," tegasnya.***
Editor : M.Ridwan