Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Derita Luka Bakar Serius, Seorang Pengoplos Gas Elpiji Tewas, Tim Labfor Polda Bali Olah TKP, Begini Kata Pertamina

Andre Sulla • Selasa, 11 Juni 2024 | 03:28 WIB
Jenazah Purwanto, 1 dari 18 pengoplos gas elpiji di Cargo akhirnya meninggal di RSUP Prof Ngorah Denpasar (10/6/2024)
Jenazah Purwanto, 1 dari 18 pengoplos gas elpiji di Cargo akhirnya meninggal di RSUP Prof Ngorah Denpasar (10/6/2024)

DENPASAR, radarbali.id - Satu dari 18 orang korban kebakaran gudang diduga menimbun dan oplos Gas Elpiji milik Sukojin dinyatakan meninggal. Korban diketahuibernama Purwanto, 40.

Karyawan duduga pengoplos gas elpiji 3 Kg bersubsidi ke non-subsidi ukuran 12 Kg dan 50 Kg ini meninggal dalam perawatan secara intensif di Burn Unit RSUP Prof Dr IGNG Ngurah Denpasar, Senin (10/6/2024).

Untuk diketahui, pasca kejadian 18 korban dibawa ke sejumlah RS di Bali. Lalu yang dirawat di RSUP Prof Ngoerah sebanyak 8 orang. Masing-masing bernama. Eko Budi Santoso.

Robiaprianus Amput. Ernus. Yolla Aldy. Mohamad Sofyan. Yudis aldyanto. Purwanto. Dan Didik Suryanto. Belakangan bertambah 5 orang sehingga jumlah menjadi 13 orang. Lalu sejak malam kemarin pihak keluarga maupun kerabat menjenguk para korban yang sedang dirawat secara intensif di Burn Unit RSUP Prof Dr IGNG Ngurah Denpasar.

Namun kabar duka datang sekitar pukul 13.45. Dokter menyatakan satu korban bernama Purwanto, 40, meninggal. Alhasil pihak keluarga tak kuasa menahan kesedihan.

Mereka pun enggan buka suara saat ditemui awak media ketika dijumpai di lingkungan kamar jenazah, mengingat kondisi mereka yang masih shock. Walaupun demikian, Kasubag Humas RSUP Prof Dr IGNG Ngurah Dewa Ketut Kresna membenarkan informasi tersebut.

 Baca Juga: Pekak Nahas Ditemukan Sudah Meninggal Setelah Pamit Mancing ke Laut

"Korban meninggal Purwanto umur 40 tahun, asal Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur. Alamat sementara di tempat kerjanya (TKP)," ujarnya, Senin (10/6).

Korban meninggal itu disebut mengalami jenis luka bakar grade 2A-3, 45 persen. Jenazah pria itu langsung dibawa oleh keluarga menggunakan ambulans menuju rumah duka. Saat ini, masih ada 13 orang korban kebakaran Gudang Gas LPG yang dirawat di Burn Unite RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah.

"Sebelumnya hanya delapan orang saja yang dirawat di sana, tetapi jumlahnya bertambah karena ada rujukan dari rumah sakit lain. Biaya perawatan para korban disebut ditanggung keluarga," sebutnya.

Tingkat luka bakar yang diderita para korban dari yang terendah 36 persen sampai yang tertinggi 88 persen. Luka bakar mulai dari wajah, dan di beberapa bagian tubuh.

Perkembangan mengenai kondisi para pasien kedepannya akan segera disampaikan lebih lanjut oleh pihak rumah sakit. "Kami segera adakan jumpa pers dalam waktu dekat," kisahnya.

Terpisah, dengan adanya peristiwa ini, tim labfor Polda Bali melakukan olah Tempat Kejadian Perkara di lokasi kebakaran gudang gas elpiji di Jalan Cargo Taman I, Denpasar. Yang dilakukan Tim Labfor untuk mencari tahu penyebab pasti kebakaran.

 Baca Juga: Apes! Warung Ludes Dilalap Jago Merah Gegara Jualan Bensin Eceran Sambil Merokok

Pantauan Jawa Pos Radar Bali, di lokasi tepatnya di Jalan Cargo Taman I, Banjar Uma Sari, Desa Ubung Kaja, terlihat tim Labfor Polda Bali berjumlah empat orang dibantu anggota polisi lainnya melakukan olah TKP.

Kasubbid Fisika dan Komputer Bidang Labfor Polda Bali AKBP Anang Kusnadi ditemui di lokasi mengatakan belum bisa memastikan penyebab kebakaran yang terjadi pada Minggu 9 Juni 2024 sekitar pukul 06.00.

"Baru ngangkat-ngangkat atapnya, baru nyingkirin supaya bisa lihat. Baru awal olah TKP, dilakukan sekitar pukul 09.15," tambahnya.

Tim Labfor Polda Bali melakukan olah TKP dengan pagar tertutup, sehingga para awak media lainnya bahkan tidak bisa masuk dan harus menunggu diluar lokasi kejadian. Tim Labfor Polda Bali keluar dari lokasi gudang gas dan sempat berdiskusi dengan anggota lainnya usai pemeriksaan pagi ini, sekitar pukul 10.54.

Disinggung mengenai tabung gas yang masih terisi, ia belum bisa memastikan hal itu mengingat tim Labfor Polda Bali masih memindahkan puing-puing bangunan yang terbakar.

"Belum sampai kesana. Baru angkat-angkat atap seng. Nanti kalau sudah beres semua baru masuk," lagi jelasnya. Adapun mengenai indikasi penimbunan dan pengoplosan, Anang belum bisa memberikan tanggapan lebih lanjut terkait hal itu.

 Baca Juga: Duh, Dalam Kondisi Hamil Tua, Penyandang Disabilitas Korban Rudapaksa Masih Didampingi Psikolog

Mengenai penyelidikan lebih lanjut, Anang memperkirakan akan ada lanjutan penyelidikan sore nanti atau Selasa (11/6). Sejauh ini sama sekali belum ada temuan.

"Kami masih dalami," kisahnya.  Sementara itu sumber petugas lain, mengatakan hasil koordinasi sementara gudang gas ini diduga bodong. "Kabar beredar dari pertamina, gudang gas ini tidak resmi. Kami akan pastikan lagi," tutup sumber.***

Editor : M.Ridwan
#meninggal #luka bakar #tewas #kebakaran #gudang gas elpiji