DENPASAR, radarbali.id - Api berkobar di kantor justru di gudang Pusdalops BPBD Bali. Tepatnya di gedung yang berfungsi sebagai Gudang Logistik Penanggulangan Bencana di Kantor Pusdalops BPBD Provinsi Bali, Jalan D.I Panjaitan Nomor 6, Renon, Denpasar, pada Rabu (26/6) sekitar pukul 12.00. Dugaan sementara, penyebab kebakaran karena arus pendek listrik di lantai dua bangunan.
Kejadian ini diketahui pertama kali oleh petugas bernama Komang Roi Yudi Putra. Kepada Jawa Pos Radar Bali lelaki asal Kubu Tambahan, Banjar Dinas Kajekangin Buleleng.
Kepulan asap terlihat di atap gedung, sekitar pukul 11.00. Ia bergegas ke lantai tua untuk mencari tahu, sambil menentang tabung pemadam kebakaran yang ada dilantai satu.
Ternyata, terdapat api di lantai dua. Ia berusaha memadamkan nyala api yang sudah membesar namun tidak berhasil.
"Ya, saya berteriak-teriak untuk meminta bantuan kepada rekan kerjanya Gede Teja selaku sekretaris BPBD Propinsi Bali," ungkapnya kepala Radar Bali saat ditemui di lokasi kebarakan, Rabu (26/6).
Dengan adanya peristiwa itu, 5 unit Pemadam menjinakkan api yang sedang menyalak.
"Api dapat di padamkan, sekitar pukul 13.40. Nihil korban. Namun kerugian materil banyak," ucapnya petugas ini. Masih ditempat yang sama, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar Made Tirana menerangkan, pihaknya menerima informasi peristiwa ini terjadi sekitar pukul 12.04.
Baca Juga: Gegara Masalah Ini, Warga yang Sudah Meninggal Bisa Masuk Daftar Pemilih Pilkada
Awalnya ada petugas BPBD Provinsi Bali yang melihat asap mengepul dari atap Gudang Logistik Penanggulangan Bencana. Sehingga petugas itu langsung mengambil Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan naik ke lantai dua. Hanya saja didapati api sudah membesar dan sulit dipadamkan.
Dinas Damkar Kota Denpasar pun langsung merespon informasi kejadian ini dengan mengerahkan petugas pemadam dari semua Pos, yakni Pos Juanad, Pos Induk Renon, Pos Mahendradatta dan Pos Cokroaminoto.
Total ada enam mobil pemadam yang sudah termasuk dua mobil cadangan datang ke lokasi. Mereka tiba hanya dalam kurun waktu tiga menit.
Api cepat membesar karena barang-barang yang tersimpan di gedung ini mudah terbakar, contohnya masker, kasur dan sebagainya yang biasanya dipakai sebagai bantuan untuk masyarakat ketika ada bencana.
Tirana menuturkan, pihaknya juga melemparkan enam alat Fire Block (APAR berbentuk granat) untuk mempermudah petugas.
Sebab, petugas kesulitan menjangkau titik api yang berada di lantai dua, meningat masih ada banyak barang di dalam. Fire Block tersebut akan meledak ketika terkena panas dan isi di dalamnya menyembur keluar untuk memadamkan api.
"Kebakaran itu akhirnya dapat dipadamkan sekitar pukul 13.10, dan petugas masih terus melakukan pendinginan," tutupnya.
Sedangkan Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi menjelaskan, telah meminta keterangan sejumlah saksi.
"Yang terbakar barang-barang Logistik jenis baju pelampung, perlak karet, terpal, lampu sinar matahari terbakar diperkirakan mencapai ratusan juta," pungkasnya.
Pantauan Radar Bali, kepulan asap membumbung tinggi dari Gudang Logistik ini. Satu per satu mobil pemadam pun berdatangan untuk menjinakkan amukan si kago merah. Hingga akhirnya dapat dipadamkan.***
Editor : M.Ridwan