GIANYAR, Radar Bali.id - Kasus gigitan anjing positif rabies sempat terjadi di Desa Singapadu, Sukawati. Disinyalir, anjing liar memicu kasus positif rabies. Mengantisipasi kasus terulang, pada Senin (8/7/2024) Dinas Peternakan bersama Pemerintah Desa Singapadu dan swasta menggelar vaksin gratis.
Perbekel Singapadu, Made Demontara mengakui kasus sempat terjadi pada 2023. “Kondisi korban astungkara membaik. Maka kami sekarang adakan vaksinasi anjing,” ujar Demontara, disela vaksinasi.
Anjing yang positif itu merupakan anjing peliharaan. “Kemungkinan tertular oleh anjing liar. Karena di sini banyak yang liar. Di pasar terutama,” ungkapnya.
Dari data yang dipegang desa, populasi anjing peliharaan di Singapadu mencapai 900-an ekor. “Kalau anjing peliharaan disini semua sudah vaksin. Yang liar ini belum,” ungkapnya.
Maka dalam vaksinasi ini, pihaknya bersama petugas Puskeswan memberikan vaksinasi terhadap anjing liar. “Maka dengan agenda ini, kami vaksin yang liar,” jelasnya.
Sementara itu, vaksin kali ini disediakan oleh perusahaan penyedia vaksin terbesar di Indonesia. Adapun perusahaan vaksin memberikan 750 dosis ke anjing di Singapadu.
Dr. Evone Lim dari perusahaan penyedia vaksin mengaku memperoleh data kasus tertinggi dari Dinas Peternakan Provinsi Bali. “Kami kerjasama dengan provinsi, mana daerah yang rendah vaksinasi. Karena sempat ada korban gigitan,” ungkap Lim.
Kata dia, Des Singapadu masih harus gencar dilakukan vaksin anti rabies. “Karena kasus gigitan tinggi,” jelasnya.
Pada tahun ini di Bali, pihaknya menarget 1.500 dosis anjing di seluruh Bali. Pemberian vaksin melihat zona rabies sesuai data pemerintah. [*]
Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali