Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dumogi Amor ring Acintya, Nahas Rumah Terbakar, Budasari Meninggal Terpanggang

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Senin, 29 Juli 2024 | 18:05 WIB
MENINGGAL : Ni Luh Made Budasari tak terselamatkan jiwanya dalam musibah kebakaran rumah di Lembongan, Nusa Penida. (Foto: Humas Polres Klungkung)
MENINGGAL : Ni Luh Made Budasari tak terselamatkan jiwanya dalam musibah kebakaran rumah di Lembongan, Nusa Penida. (Foto: Humas Polres Klungkung)

NUSA PENIDA, Radar Bali.id- Ni Luh Made Budasari, 52 meninggal dunia terpanggang dalam rumah semi permanen yang ditinggalinya seorang diri di wilayah Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Minggu (28/7/2024) sekitar pukul 12.30.

Belum diketahui penyebab pasti rumah milik Budasari terbakar. Namun Budasari yang merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) diketahui kerap membawa korek api untuk membakar sampah.

Peristiwa kebakaran rumah semi permanen milik Budasari tersebut pertama kali dilihat oleh I Wayan Sepet, 59 yang pada saat itu tengah berada di rumah yang tidak jauh dari kediaman Budasari.

Melihat adanya kobaran api di rumah Budasari, Sepet kemudian memberi tahu kerabatnya Ni Made Sukaranis, 59 yang kediamannya tidak jauh dari rumah Budasari.

Setelah itu mereka memberi tahu warga lainnya untuk membantu memadamkan api.

Dengan peralatan seadanya, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.40. Saat kejadian, warga mengira bahwa Budasari tidak ada di TKP.

Hanya saja saat diperiksa ditumpukan kain yang terbakar, warga melihat korban sudah terbakar dengan posisi tengkurap. ”Pihak kepolisian dan BPBD dibantu oleh warga melakukan evakuasi korban dan membawa korban ke rumah duka,” terang Kasi Humas Polres Klungkung Iptu Agus Widiono.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Widiono mengungkapkan, Budasari mengalami gangguan jiwa (ODGJ) dan sudah lama tinggal seorang diri di TKP.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Budasari terkadang memasak makanannya sendiri.

 Lebih lanjut, Budasari memiliki kebiasaan membawa korek api untuk bakar-bakar sampah.

Oleh karenanya belum diketahui penyebab pasti kebakaran rumah yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan kerugian materiil sebesar Rp20 juta tersebut.

 “Kami belum mengetahu penyebab pasti kebakaran rumah tersebut. Apakah akibat api dari proses memasak, atau karena korban membakar sesuatu. Karena korban memiliki kebiasaan suka membawa korek api,” tandasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#nusa penida #kebakaran #klungkung