Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Mimih! 12 Ribu Ekor Ayam Mati Terpanggang di Jembrana, Ini Dugaan Penyebabnya

Muhammad Basir • Selasa, 30 Juli 2024 | 16:45 WIB
PADAMKAN API : Petugas pemadam kebakaran memadamkan api yang membakar kandang ayam. (polsek mendoyo/jembrana)
PADAMKAN API : Petugas pemadam kebakaran memadamkan api yang membakar kandang ayam. (polsek mendoyo/jembrana)

NEGARA, Radar Bali.id - Kandang ayam di Lingkungan Petapan Persidi, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, ludes dilalap si jago merah, Senin (29/7). Sebanyak 12.000 ekor anak ayam mati terpanggang tanpa tersisa hingga menyebabkan kerugian pemilik sekitar Rp 1,4 miliar.

Kebakaran kandang ayam milik I Made Wastika, 50, warga setempat, diketahui Senin pagi sekitar pukul 07.00 WITA. Kandang ayam potong berukuran 8 x 55 meter terbuat dari bahan mudah terbakar, bambu kayu dan beratap galvalum dan berlantai sekam.

Kapolsek Mendoyo Kompol Dewa Gede Artana menjelaskan, kebakaran kandang pertama diketahui warga yang tinggal tidak jauh dari kandang ayam. Warga tersebut kemudian menyampaikan kepada dua karyawan yang menjaga kandang ayam yang masih tidur bahwa kandang ayam terbakar.

Sebelum kandang ayam terbakar, dua karyawan kandang Senin dini hari sekitar pukul 12 malam mengontrol anak ayam sebanyak 12.000 ekor yang baru datang sekitar 10 hari lalu. 

Secara bergantian satu jam sekali karyawan lain juga mengontrol keadaan di seputaran kandang setiap satu jam sekali. Salah satu karyawan mengontrol terakhir pukul 04.00 WITA. ”Setelah mengontrol memastikan kandang masih dalam keadaan aman dan keduanya tidur,” ujarnya.

Karyawan yang dibangunkan warga sudah melihat kandang ayam sudah terbakar.

Kemudian menghubungi yang mengontak kandang ayam dan pemadam kebakaran. Keterangan salah satu karyawan bahwa Minggu (28/7/2024) sore sekitar pukul 16.00 Wita.

Berdasarkan keterangan pemilik, kandang ayam berisi bibit ayam sebanyak 12.000 ekor berumur 10 hari. Kandang juga terpasang pemanas yang tergantung di atas lantai berjarak 1 meter. Sehingga kebakaran diduga disebabkan pemanas  berbahan gas elpiji yang terjatuh.

”Diduga ebakaran diakibatkan oleh jatuhnya salah satu alat pemanas ke lantai dan membakar sekam yang ada dilantai,” ujarnya.

Dari keterangan pemilik, kandang ayam tersebut sudah dikontrak orang lain. Pengontrak kandang dan pemilik ayam berasal dari Denpasar Selatan.

Meskipun sudah mengontrakkan pada orang lain, pemilik kandang masing sering mengontrol kandang ayamnya.

Kebakaran kandang ayam membuat bangunan kandang ukuran 8 x 55 meter terbakar, begitu juga dengan bibit ayam sebanyak 12000 ekor mati terpanggang.

Tabung gas elpiji 12 kilogram sebanyak 20 tabung dan 12 alat pemanas juga terbakar. Kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp 1,4 miliar.

Kasatpol PP Jembrana I Made Leo Agus Jaya mengatakan, pihaknya mendapat laporan adanya kandang ayam terbakar langsung mengerahkan 4 unit armada pemadam kebakaran. Sekitar 30 menit kemudian berhasil memadamkan api. "Mengenai penyebab kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian," jelasnya. [*]

 

 

Editor : Hari Puspita
#kandang ayam #jembrana #kebakaran