Foto: Polres Buleleng untuk Radar Bali
SINGARAJA, Radar Bali.id - Empat orang nelayan asal Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng dikabarkan hilang saat memancing di perairan Bali utara pada Kamis (22/8/2024). Beruntung mereka ditemukan selamat pada Jumat (23/8/2024).
Keempat nelayan tersebut adalah Abdul Rohim, 39, Pusani, 56, dan Slamet Riyanto, 37, yang merupakan warga Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak. Sedangkan satu lagi, Pordiawan, 56, merupakan warga Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak.
Mereka pergi melaut menggunakan satu perahu berwarna biru dengan nama lambung Ayah Bunda, berangkat melaut pada Kamis (22/8/2024) sekitar pukul 05.00 Wita.
Baca Juga: Hasil Tetap Nihil, Tak Ditemukan, Basarnas Hentikan Pencarian Pemancing yang Hilang di Karangasem
Namun, mereka tak kunjung balik ke rumah hingga Jumat (23/8/2024). Hal itu kemudian dilaporkan oleh kerabat para nelayan tersebut pada pagi harinya, akibat mereka tidak bisa juga dihubungi oleh keluarganya.
Para nelayan ini memang diketahui kerap pergi memancing bersama. Mereka akan pergi melaut pada pagi hari, kemudian kembali ke darat sekitar pukul 17.00 Wita atau paling lambat pukul 20.00 Wita.
Personel Basarnas, Sat Polairud Polres Buleleng, dan Pos TNI AL Celukan Bawang memulai pencarian menggunakan perahu karet. Upaya itu juga dibantu oleh nelayan lain dan keluarga korban.
Sekitar pukul 08.30 Wita, ada informasi dari nelayan di Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng bahwa ditemukan empat orang nelayan di areal rumpon cahaya 4, yang titik koordinat perairannya -8.058582,115.123194.
Polisi yang mendapatkan informasi tersebut lantas melakukan verifikasi identitas korban dengan laporan tersebut. Karena sesuai, Sat Polairud Polres Buleleng bersama TNI AL akhirnya melakukan evakuasi terhadap empat nelayan tersebut dengan cara menarik perahu mereka ke Pelabuhan Sangsit, Kecamatan Sawan.
Evakuasi terhadap mereka ke Pos Polairud Sangsit berjalan lancar dan tiba di darat sekitar pukul 11.00 Wita. Keempat nelayan tersebut juga dievakuasi dalam keadaan selamat tanpa luka-luka.
”Mereka melakukan aktivitas sampai ke Perairan Seririt. Kemudian perahu yang digunakan ternyata rusak As mesinnya, akhirnya mati. Mereka terombang-ambing di laut sampai kemudian ditemukan,” ujar Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika. [*]
Editor : Hari Puspita