BANGLI, Radar Bali.id - Nahas dialami empat pekerja proyek pembangunan coffee shop di Penelokan, Kintamani. Saat bekerja pada Sabtu (7/9/2024) pukul 11.00 Wita, tiba-tiba bangunan yang mereka kerjakan ambrol.
Tiga orang berhasil selamat. Sedangkan nyawa satu korban, Andika Aji Pratama, 16, asal Gerobogan, Jawa Tengah, tak tertolong.
Menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bangli Agus Sutapa, awalnya empat pekerja ini sedang mengerjakan proyek pengembangan coffee shop.
Saat bekerja, tebing setinggi 6 meter yang mereka kerjakan mendadak ambrol.
”Yang menyebabkan empat orang pekerja bangunan tertimbun material longsoran berupa tanah dan beton,” ujarnya. Posisi pekerja ini, saat bekerja sedang di bawah bangunan.
Selanjutnya, petugas dari kepolisian dan BPBD mendatangi lokasi kejadian. Dari BPBD menerjunkan tim beserta perlengkapan dari sekop hingga kantong jenazah untuk mengevakuasi para korban.
Lantaran material bangunan yang cukup tebal, maka evakuasi berlangsung cukup lama. Meski begitu, upaya evakuasi berhasil rampung pada pukul 14.00.
Dari empat korban tertimbun, tiga orang lolos dari maut. ”Tiga orang mengalami luka-luka dan telah ditangani oleh Puskemas Kintamani,” bebernya.
Sedangkan satu korban dinyatakan meninggal dunia. ”Rencana atas permintaan keluarga, sore ini (kemarin, red) jenazah akan langsung dibawa ke Jawa (tempat asal, red),” jelasnya.
Kini, proyek pembangunan dihentikan sementara hingga situasi normal. ”Penyeba kelabilan tebing yang sedang dikerjakan,” ungkapnya.
Saat proses evakuasi itu, hadir
Penjabat Sekda Bangli, Kalaksa, Kabid Kedaruratan dan Logistik, TNI dan Polri, Dinas Kesehatan termasuk masyarakat yang ikut membantu penanganan.
”Masyarakat agar selalu waspada dan upayakan pengelolaan risiko bencana, ikuti imbauan pemerintah,” pungkasnya. [*]
Editor : Hari Puspita