Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

BRUTAL! Pesta Pernikahan Berdarah di Nusa Dua, Korban Sekarat hingga Patah Tulang Gegara ini

Andre Sulla • Senin, 23 September 2024 | 08:06 WIB

 

BRUTAL: Beberapa pemuda menjadi korban dari aksi bentrok di pesta pernikahan di Jimbaran Bali, Sabtu 21 September 2024
BRUTAL: Beberapa pemuda menjadi korban dari aksi bentrok di pesta pernikahan di Jimbaran Bali, Sabtu 21 September 2024

NUSA DUA, radarbali.id - Pesta pernikahan berdarah!. Diduga lantaran alkohol, dua kelompok pemuda terlibat baku hantam. Kejadian berlangsung di Balai Serbaguna Perumahan Taman Graha Lingkungan Taman Griya Kelurahan Jimbaran, Kuta Selatan, Sabtu 21 September 2024 sekitar pukul 23.00. Akibatnya, beberapa pemuda menjadi korban bentrok brutal.

Informasi yang dihimpun radarbali.id, peristiwa ini bermula ketika salah paham ditengah pesta. Saat joget karena terjadi saling senggol.

Cekcok mulut tak terelakkan, berujung saling kejar dan baku hantam. Ada yang melayangkan pukulan menggunakan balok, hingga penusukan.

Warga langsung melaporkan ke pihak berwajib.  Tiga pemuda dilarikan ke Rumah Sakit Umum Bali Jimbaran, Kuta Selatan saat itu.

"Ya, tiga orang mengalami luka terbuka.  Kepala bocor, kaki patah dan punggung ditusuk benda tajam," beber sumber petugas, Minggu (22/9).

Dikatakan, para korban ini merupakan saudara kandung dari mempelai pengantin. Ketiganya yakni, Sergi Nomleni, 23, asal Kampung Sabnala RT/RW 005/002 Desa Sabnala Kecamatan Kokbaun, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.

BERDARAH: Polisi mengamankan korban dan pelaku akibat bentrok pesta pernikahan di Jimbaran, Badung Bali
BERDARAH: Polisi mengamankan korban dan pelaku akibat bentrok pesta pernikahan di Jimbaran, Badung Bali

Kedua, Primus Maleno, 41, asal Kampung Tunua RT/RW 013/007 Desa Tunua Kecamatan Mollo Utara Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT.  Ketiga, Festus Maleno, 29 asal Kampung Benahe RT/RW 002/001 Desa Benahe, Kecamatan Kokbaun Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT.

 "Anggota ke lokasi dan mengamankan sejumlah pemuda untu dimintai keterangan," tutupnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi membenarkan. Dikatakan, lokasi pernikahan di sewa oleh mempelai, untuk merayakan resepsi pernikahan. Lokasi dipenuhi oleh teman, kerabat dan saudara mempelai, sekitar pukul 19.00.

Berjalannya upacara, para pemuda diketahui mengonsumsi mikol di sekitar  Balai Serbaguna Perumahan Taman Graha, Lingkungan Taman Griya.

Selain minum- minuman keras, ada juga joget-joget. Situasi mencekam sekitar pukul 23.30. "Saat  berjoget itulah terjadi senggolan dan berakhir dengan adu mulut antara tamu undangan. Perkelahian pun terjadi," ungkap AKP Sukadi.

Keributan di acara pernikahan itu membuat panik tamu lainnya. Terlebih, perkelahian tersebut bergeser hingga ke arah jalan di samping Balai Serbaguna.

Dalam perkelahian itu, 3 pemuda mengalami luka-luka. Para pelaku kabur setelah mengetahui datangnya sejumlah polisi ke TKP. Kepada Polisi, Saksi Veronika, 21, asal Kupang, NTT, menjelaskan dirinya saat itu melihat keganasan para pelaku menganiaya suaminya.

Hal itu terjadi ketika suaminya bermaksud melerai.  Senada dikatakan saksi Ifan, 23, asal Kupang, NTT. Saksi mengatakan saat sedang bersih-bersih di areal panggung sekira pukul 23,30, tetiba datang sekelompok orang tidak dikenal berteriak mengaku dari Timor Leste.

"Mereka mengaku dari Timor Leste, menggunakan double stick dan balok, langsung menyerang secara membabi buta, setelah itu mereka langsung pergi meninggalkan lokasi," ujar AKP Sukadi mengutip keterangan saksi.

Dari perkelahian itu, Sergi Nomleni mengalami luka di kepala, Primus Maleno mengalami luka tusuk di punggung dan Fentus Maleno mengalami patah kaki kiri.

"Peristiwa ini diduga karena pengaruh alkohol. Para pelaku memukul dengan tangan kosong, balok kayu serta kunci roda dan melakukan penusukan menggunakan benda tajam," tambah AKP Sukadi.

Ditegaskan, pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Kuta Selatan di back up Satreskrim Polresta Denpasar telah memintai keterangan sejumlah saksi korban, olah TKP untuk mengejar pelaku kerusuhan tersebut.

"Identitas pelaku dan alamat mereka masih diselidiki. Kami masih didalami keterangan para saksi," pungkasnya.***

Editor : M.Ridwan
#balai serba guna #jimbaran #patah tulang #sekarat #bali #pesta pernikahan #radarbali