Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Terdampar di Pantai Bunutan, Karangasem, Ini Data Fisik Ikan Paus Sperma

Hari Puspita • Selasa, 19 November 2024 | 17:49 WIB
TERDAMPAR : Bangkai paus sperma saat ditemukan di Pantai Lipah, Desa Bunutan, Kecamatan Abang. (istimewa)
TERDAMPAR : Bangkai paus sperma saat ditemukan di Pantai Lipah, Desa Bunutan, Kecamatan Abang. (istimewa)


AMLAPURA
, Radar Bali.id - Warga di Pantai Lipah, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, dihebohkan dengan penemuan bangkai ikan  paus sperma alias Physeter macrocephalus  pada Minggu pagi (17/11/2024). 


Paus berukuran besar tersebut ditemukan salah seorang nelayan saat mengantar wisatawan yang hendak menikmati matahari terbit. 

Awalnya bangkai mamalia berukuran besar itu sempat dikira karang yang timbul. Ini lantaran posisi air laut pada Minggu pagi sedang surut.

 Baca Juga: Bangkai Ikan Paus Terdampar di Pantai Batu Lumbung, Selemadeg Tebar Bau Busuk

Namun setelah didekati dan dilihat secara teliti ternyata hewan tersebut merupakan ikan paus sperma berwarna hitam. ”Posisi bangkai ikan sekitar 150 meter dari pantai,” kata salah satu warga berjama I Wayan Supartama, Senin (81/11/2024).


Sementara itu, Tim Respons Cepat Penanganan Mamalia Laut Terdampar BPSPL Denpasar, Dewa Gde Tri Bodhi Saputra mengatakan, jenis bangkai ikan yang terdampar terseut adalah jenis paus sperma dengan panjang sekitar 8 meter. Hanya saja pihaknya belum bisa memastikan berat dari mamalia laut itu. ”Saat ini posisi bangkai ikan belum diangkat dan masih di pesisir,” jelasnya. 


Bodhi menambahkan, hingga saat ini pihaknya juga belum bisa memastikan penyebab kematian paus sperma tersebut. ”Kemungkinan karena sakit dan terbawa arus karena lemah sebelum akhirnya mati,” tuturnya.

Saat ditemukan itu kata Bodhi, kondisi bangkai ikan masih utuh. Namun setelah terdampar, ada bagian rahang bawah sudah hilang.

Saat ini,  petugas sedang melakukan proses penggalian menggunakan alat berat di pesisir pantai Banyuning. ”Masih dibuat lubang untuk mengubur bangkai paus itu,” tandasnya. [*]

Editor : Hari Puspita