Tak hanya tumbang, dahan pohon juga patah oleh angin kencang. Kejadian yang sama sekali tak terduga karena sebelumnya dinilai pohon baik-baik saja.
KETERANGAN dari pihak Monkey Forest Nyoman Lilir memastikan bahwa pohon yang tumbang dalam keadaan sehat.
”Saya pastikan pohon segar, 100 persen. Itu murni karena angin kencang dari arah barat,” ujar Lilir.
Seketika pohon ukuran besar roboh. ”Meledak dan tumbang. Selain wisatawan, staf Monkey Forest juga nyaris menjadi korban,” ujarnya.
Atas musibah ini, pihak Monkey Forest menjanjikan para korban mendapatkan santunan dari asuransi. ”Memang setiap pengunjung kami asuransikan. Untuk jumlahnya nanti kami hitung di bagian informasi,” jelasnya.
Untuk pemberian asuransi, akan diberikan menyusul. Mengenai tanggapan dari keluarga korban, pihaknya belum mengetahui. ”Belum ada tanggapan dari pihak keluarga. Nanti dari kedutaan koordinasi,” jelasnya.
Usai musibah yang terjadi, management Monkey Forest menutup objek wisata sampai tanggal 12 Desember. ”Kami lakukan pembersihan areal. Termasuk kami gelar pecaruan (upacara adat membersihkan secara niskala),” pungkasnya. [*]
Editor : Hari Puspita