SEMARAPURA, Radar Bali.id- Sekitar 140 bebek milik I Wayan Mustika, warga Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan ditemukan mati dengan luka cabikan didominasi bagian leher, Kamis (12/12/2024).
Diduga perbuatan itu dilakukan gerombolan anjing liar yang diperkirakan berjumlah 20 ekor.
Perbekel Takmung, Nyoman Mudita yang dikonfirmasi, Kamis (12/12/2024) membenarkan adanya peristiwa itu. Diungkapkannya, ternak bebek yang diserang kawanan anjing liar itu merupakan milik adik kandungnya sendiri, yakni I Wayan Mustika. Diperkirakan peristiwa itu terjadi dini hari ketika pemilik ternak tidak berada di kandang.
”Ternak ini merupakan kerja sama program TNI dengan adik saya dalam bidang peternakan. Padahal tiga hari lagi siap dijual, sekarang mati semua,” ungkapnya.
Dia yakin ternak bebek adiknya itu diserang kawanan anjing liar yang hidup di sekitar Pantai Lepang karena sebelumnya sudah pernah terjadi hal serupa menyerang peternakan unggas yang ada di Desa Lepang.
Meski Dinas Pertanian dan instansi terkait pernah melakukan eliminasi, namun masih ada anjing liar yang tersisa dan ditambah ada warga yang membuang anjing ke pantai. Anjing-anjing itu diyakini membentuk gerombolan dan meneror unggas milik warga.
”Ayam pejantan peliharaan milik warga saya seriang diserang, tetapi memang tidak dilaporkan. Dan sekarang kembali lagi peternakan itik yang diserang,” katanya.
Anehnya, anjing liar yang diperkirakan berjumlah 20 ekor itu menyerang 140 bebek milik Mustika bukan untuk dimakan. Sebab, bebek-bebek itu mati dengan kondisi tubuh yang utuh tetapi terdapat luka cabikan didominasi di bagian leher. ”Sebagian besar diserang di bagian leher,” jelasnya.
Meski meresahkan, dia mengaku baru melaporkan peristiwa itu ke pihak TNI karena berkaitan dengan kerja sama Mustika dengan TNI di bidang peternakan. ”Saya belum melapor ke Dinas Pertanian,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Klungkung, Ida Bagus Gede Juanida mengaku belum mendapat laporan terkait peristiwa tersebut. Sehingga pihaknya belum bisa memutuskan langkah apa yang akan diambil berkaitan dengan hal itu. ”Saya sudah tanyakan dengan petugas di Kecamatan Banjarangkan, belum dapat laporan juga,” ungkapnya. [*]
Editor : Hari Puspita