DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Fenomena berburu harta karun digital dengan aplikasi Jagat atau disebut koin jagat di tempat-tempat umum menular di Bali.
Salah satunya Lapangan Renon, Denpasar telah banyak didatangi anak-anak untuk mencari koin virtual, karena setiap koin yang ditemukan bisa berhadiah uang tunai yang sungguh menggiurkan.
Kepala UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali atau dikenal Monumen Bajra Sandhi I Made Artana membenarkan, ada anak-anak yang datang untuk berburu koin di sekitar Lapangan Renon.
Untuk antisipasi kerusakan fasilitas di Lapangan Renon dan juga monumen, pihaknya berkoordinasi dengan Satpol PP Provinsi Bali.
”Kalau anak-anak pencari ada beberapa. Staf di lapangan sudah mengantisipasi dengan mengingatkan tidak merusak sarana dan prasarana,” jelasnya saat dihubungi kemarin (16/1/2025).
Hingga saat ini, belum ada kerusakan dari kegiatan berburu koin tersebut. UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali bersama Satpol PP Provinsi Bali terus melakukan pemantauan di sekitar lapangan Renon untuk mencegah terjadi kerusakan.
Sementara itu Kasatpol PP Provinsi Bali, Dewa Dharmadi mengatakan hal senada. Tidak ada kerusakan yang terjadi karena pemburuan koin jagat.
Adanya tindakan preventif supaya tidak terjadi kerusakan fasilitas umum, seperti di daerah lain pemburu sangat barbar sehingga merusak sarana dan prasarana.
”Saat ini belum kami dapati sampai terjai kerusakan fasilitas umum.Ini tentu merupakan tindakna yang sigap dari kami untuk antisipasi yang meminimalisasi terjadi kerusakan fasum-fasum tersebar di beberapa titik sesuai aplikasi kami juga masuk di dalamnya,” jelasnya.
Baca Juga: CEK FAKTA! Ibu Guru Asal Australia Diadili karena Curi Dua Tas Berisi Laptop, Begini Dakwaannya
Lebih lanjut dikatakan, berdasarkan titik lokasi yang ada di aplikasi tersebut, Satpol PP turun lakukan pengawasan fasilitas umum seperti: Lapangan Renon, Puputan, Lumintang, dan daerah Legian.
Aparat penegak perda ini juga ikut memantau lokasi-lokasi yang disasar aplikasi Jagat.
”Tempat-tempat strategis yang menjadi tempat-tempat masyarakat terkonsentrasi ada di aplikasi titik koordinat koin dipasang sudah dipanatau oleh Satpol PP. Baik kami di Provinsi Bali maupaun kabupaten/kota,” jelasnya.***
Editor : M.Ridwan