Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Fakta-Fakta Bencana Longsor! Tidak Hanya Hujan, Pemicu Lantaran Banyak Alih Fungsi Lahan dan Pelanggaran Tata Ruang

Ni Kadek Novi Febriani • Selasa, 21 Januari 2025 | 05:03 WIB
DI JANTUNG KOTA: Petugas gabungan zmelakukan pencarian jenazah korban longsor yang meninggal dunia.
DI JANTUNG KOTA: Petugas gabungan zmelakukan pencarian jenazah korban longsor yang meninggal dunia.

DENPASARradarbali.jawapos.comPetaka terjadi di beberapa daerah di Bali. Akibat curah hujan tinggi terjadi longsor hingga menelan korban jiwa.

Menyikapi ancaman nyata tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRKIM) Provinsi Bali Nusakti Yasa Wedha  mengatakan,  penyebab maraknya longor di tengah cuaca ekstrem ini karena intensitas curah hujan tinggi.

Hal itu meningkatkan volume air dalam tanah. Curah hujan tinggi memicu pergerakan tanah sehingga menyebabkan longsor.

 Baca Juga: Perkawinan Anak Meningkat, KPAD Minta Pemprov Bali Terbitkan Payung Hukum

Bukan hanya itu, alih fungsi lahan, adanya  perubahan penggunaan lahan dan pembangunan yang tidak memperhatikan tata ruang.

"Mengakibatkan berkurangnya area resapan air dan meningkatkan risiko longsor," sebut Yasa Weda. 

Di lain sisi, marak juga pelanggaran tata ruang, karena adanya pembangunan  yang tidak sesuai dengan peruntukkan lahan.

Seperti menutup alur sungai atau mendirikan bangunan di area rawan longsor sehingga memperparah dampak bencana alam.

Menurut Nusakti, dibutuhkan pengendalian dalam pemanfaatan ruang dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan.

"Hal itu guna meminimalkan risiko bencana," tegas Nusakti. 

”Artinya hal tersebut memerlukan penelitian lebih lanjut, berdasarkan fakta di lapangan dan analisis kesesuaian kegiatan dengan rencana tata ruang wilayah," tegasnya. ***

Editor : M.Ridwan
#curah hujan #bencana #Alih fungsi lahan #longsor #ubung kaja