SEMARAPURA, Radar Bali.id- Pemuda asal Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, I Wayan Widiana, 22 ditemukan tidak bernyawa di dalam cubang atau tempat penampungan air miliknya, Sabtu (15/2/2025) sekitar pukul 15.00.
Tidak diketahui penyebab pasti Widiana bisa berada di dalam sumur dengan kondisi tidak bernyawa. Itu lantaran tidak adanya saksi-saksi di lokasi.
”Perkiraan (korban, Red) mau mandi. Nihil saksi yang melihat,” jelas Kapolsek Nusa Penida Kompol Ida Bagus Putra Sumerta saat dikonfirmasi, Minggu (16/2/2025).
Dijelaskannya peristiwa itu bermula ketika kerabat korban, I Nyoman Sadru, 55 pulang dari bekerja sekitar pukul 13.00 dan kemudian pergi ke ladang. Setelah bekerja di ladang, Sadru pun pulang ke rumah dan tidak melihat keberadaan Widiana. Sekitar pukul 15.00, Sadru kembali ke ladang untuk mencari makanan sapi.
Hanya Sadru tidak sengaja melihat pakaian dan sandal Widiana di cubang sehingga Sadru kemudian mencari korban di seputar areal cubang. ”Namun setelah beberapa saat, saksi menyadari untuk mengecek ke dalam sumur,” terangnya.
Sadru pun mengecek kondisi di dalam cubang menggunakan sebatang bambu. Tiba-tiba Sadru merasakan ada sesuatu yang menonjol dan ternyata merupakan tubuh korban. ”Saksi segera melapor kejadian tersebut ke Polsek Nusa Penida,” ujarnya.
Mendapati laporan tersebut personel dari Polsek Nusa Penida kemudian membantu proses evakuasi korban. Evakuasi dilakukan bersama dengan Basarnas dan BPBD Kabupaten Klungkung serta warga desa setempat. Saat ditemukan, korban sudah meninggal dunia. Tidak ditemukan adanya luka fisik ditubuh korban dan atas kejadian ini keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai sebuah musibah.
”Kedalaman cubang mencapai kurang lebih 3 meter dengan diameter mencapai kurang lebih 2 meter dan diameter bibir cubang mencapai 60 cm. Untuk masyarakat agar selalu berhati-hati dalam melakukan aktivitas di lokasi berisiko seperti sumur,” imbaunya. [*]
Editor : Hari Puspita