SEMARAPURA, Radar Bali.id- Seharusnya ini bisa menjadi bahan renungan anak-anak muda. Aksi trek-trekan di kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB), Desa Tangkas, Kecamatan Klungkung, tepatnya di jembatan merah memakan korban, Minggu, dini hari (2/3/2025) sekitar pukul 01.00.
Satu orang dilaporkan meninggal dunia dalam perawatan di RSUD Klungkung setelah terlibat kecelakaan saat trek-trekan sepeda motor.
Kasi Humas Polres Klungkung AKP Agus Widiono, Senin (3/3/2025) menuturkan, peristiwa itu bermula ketika Ngakan Gede Darma Kusuma, 18, Desa Getakan, Kecamatan Banjarangkan melakukan aksi trek-trekan menggunakan kendaraan sepeda motor Honda Vario DK5487MI dengan membonceng I Komang Putra Wira Pradnyana.
Ngakan yang melaku dari arah timur menuju ke arah barat ditabrak dari sisi arah belakang oleh sepeda motor yang belum diketahui nomor polisi dan pengemudinya.
”Itu mengakibatkan pengendara maupun yang dibonceng terjatuh dan mengalami luka-luka, Kemudian korban dilarikan ke RSUD Klungkung untuk mendapat perawatan,” terangnya.
Pranata Humas RSUD Klungkung, I Gusti Putu Widiyasa dikonfirmasi terpisah menuturkan pasien Pradnyana yang masuk IGD RSDU Klungkung pada Minggu (2/3/2025) pukul 1.40 datang dengan kondisi tidak sadarkan diri dan muntah-muntah.
Selain itu, terdapat luka di bagian kepala, dan muka sehingga sempat konsul anastesi dan dirawat di ICU dengan pemasangan ventilator. Namun nyawa Pradnyana belum bisa diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.
”Sedang pasien Ngakan sudah boleh pulang setelah sempat mendapat pemeriksaan di UGD. Datang dengan tidak sadarkan diri dan ada luka lecet di bagian kepala. Setelah 2 jam observasi pasien boleh pulang,” tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita