Begini Kondisi 7 Orang Penumpang Akibat Pesawat Macet di Runway Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali

Marsellus Nabunome Pampur • Dipublikasikan Sabtu, 8 Maret 2025 | 20:07 WIB
LANDING DARURAT: Ini dia menampakan pesawat capung yang angkut 8 penumpang dari Sumbawa, diduga milik perusahaan Amman Mineral
LANDING DARURAT: Ini dia menampakan pesawat capung yang angkut 8 penumpang dari Sumbawa, diduga milik perusahaan Amman Mineral

MANGUPURA, radarbali.jawapos.com - Kondisi darurat terjadi di bandara internasional I Gusti Ngurah Rai. Akibat adanya kendala dari sebuah pesawat terbang jenis Airfast dengan nomor registrasi DH PK OAM 6 dari Benete, Sumbawa Barat sejumlah penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai ditunda. Kejadian itu terjadi pada Sabtu (8/3/2025) sekitar pukul 09.26 WITA.

Pesawat ini sendiri diketahui mengangkut 7 orang penumpang. Lantas bagaimana kondisi para penumpang akibat peristiwa ini? General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi  mengatakan bahwa para penumpang dalam kejadian itu dalam kondisi baik-baik saja.

”Semuanya telah dievakuasi dan tidak mengalami cedera serius," bebernya Sabtu (8/3/2025).

Dia menjelaskan lebih jauh, bahwa kendala teknis itu membuat pesawat tersebut berada di tengah Runway.

Sehingga dengan alasan keselamatan dan keamanan operasional penerbangan, runway tidak bisa dipakai untuk operasional pendaratan dan lepas landas pesawat lain.

Hal itu berdasarkan NOTAM Nomor A0668/25 NOTAMN perihal penutupan runway dari pukul 10.15 WITA sampai dengan 12.10 WITA. Selain untuk memastikan keamanan penumpang, penutupan juga dilakukan untuk memastina  bahwa tak ada objek asing yang tertinggal di runway.

 Baca Juga: BREAKING NEWS! Runway Bandara Ngurah Rai Ditutup Sementara, Puluhan Penerbangan Domestik dan Internasional Dialihkan, Ini Penyebabnya

”Karena peristiwa ini, yang dapat berpotensi membahayakan keamanan keselamatan penerbangan," imbuhnya.

Sementara itu, diberitakan sebelumnya, akibat adanya penutupan sementara itu, terdapat 10 penerbangan keberangkatan terdampak penundaan keberangkatan atau delayed yang terdiri dari 5 penerbangan domestik dan 5 internasional.

Lalu, terdapat 21 penerbangan kedatangan yang terdampak, terdiri dari 9 penerbangan domestik dan 12 internasional. Di sisi lain, penerbangan kedatangan mengalami pengalihan pendaratan atau divert ke beberapa bandara alternatif.

Seperti Lombok sebanyak 6 penerbangan, Surabaya 5 penerbangan, Makassar 3 penerbangan, Semarang 2 penerbangan, Jakarta 1 penerbanhan, dan Banyuwangi 1 penerbangan. Lalu terdapat 3 penerbangan kedatangan yang kembali ke bandara asal atau Return To Base (RTB) yakni di bandara Lombok, Jakarta, dan Singapura.***

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com
penerbangan dialihkan bandara ngurah rai runway penumpang pesawat landasan pesawat macet