Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ini Tempat Menyaksikan Pawai Ogoh-ogoh Jelang Nyepi di Bali

Ibnu Yunianto • Senin, 10 Maret 2025 | 21:12 WIB

 

MANIFESTASI BHUTA KALA - Pawai ogoh-ogoh melambangkan pengusiran elemen jahat dari lingkungan.
MANIFESTASI BHUTA KALA - Pawai ogoh-ogoh melambangkan pengusiran elemen jahat dari lingkungan.

RADAR BALI - Ada satu tradisi yang dilakukan setiap banjar di Bali pada malam menjelang peringatan Hari Suci Nyepi: mengarak ogoh-ogoh. 

Ogoh-ogoh yang berbentuk raksasa buruk rupa dengan kuku tajam dan wajah seram merupakan perwujudan Butha Kala atau segala bentuk kejahatan dan keburukan perilaku manusia. 

Ogoh-ogoh adalah perlambang semua elemen buruk yang harus dimusnahkan dari muka bumi dan pembakaran ogoh-ogoh merupakan pertanda kembalinya semua unsur yang baik.

Tradisi pengarakan ogoh-ogoh dilaksanakan di malam pangerupukan, yakni sejak sore hingga malam menjelang Nyepi.

Diawali dengan upacara Tawur Agung Kesanga, anggota desa adat atau krama Bali lantas melaksanakan upacara mecaru di kediaman dan di perempatan jalan untuk membersihkan lingkungan dari bhuta kala dan segala kotoran.

Mecaru biasanya ditandai dengan menghaturkan persembahan atau caru sesuai kemampuan ekonomi keluarga masing-masing.   

Pada saat matahari terbenam, ogoh-ogoh akan mulai diarak diiringi gamelan dan obor yang dibawa para pemuda-pemudi Sekaa Teruna Teruna dari masing-masing banjar atau desa adat. 

Setelah diarak keliling banjar, ogoh-ogoh akan dibakar di upacara tawur kesanga sebagai perwujudan pemusnahan sifat buruk manusia dan segala bentuk kejahatan di dunia. 

Pada tahun 2025, Hari Suci Nyepi akan jatuh pada Sabtu, 29 Maret 2025. Karena itu, malam pangerupukan akan dilaksanakan pada Jumat, 28 Maret 2025. 

Berikut adalah lokasi untuk menyaksikan pawai ogoh-ogoh di sekitar Denpasar:

Denpasar

1. Patung Catur Muka

Patung Catur Muka di kawasan Puputan Badung adalah alun-alun Kota Denpasar, sehingga lazim dijadikan titik kumpul pawai ogoh-ogoh. Rute yang dilewati adalah Patung Catur Muka - Jalan Hasanuddin - Jalan M.H. Thamrin - Jalan Gajah Mada - Patung Catur Muka.

2. Kawasan Plaza Renon

Pawai ogoh-ogoh di kawasan Renon melewati By Pass Ngurah Rai hingga Jalan Hang Tuah.

3. Jalan Cok Agung Tresna

"Perlombaan" atraksi ogoh-ogoh antarbanjar biasanya dilaksanakan di kawasan ini. Rute yang dilalui yakni pertigaan Jalan Letda Kajeng hingga Jalan Cok Agung Tresna.

4. Sanur

Kawasan Sanur menjadi salah satu pusat pertemuan pawai ogoh-ogoh antarbanjar di Denpasar. Rute yang dilalui adalah Banjar Taman - McD Sanur - perempatan KFC Sanur.

5. Kerobokan

Pawai ogoh-ogoh akan melewati perempatan Lio di Kerobokan. 

Badung

6. Ground Zero Kuta

Pawai ogoh-ogoh juga dilakukan di Ground Zero Kuta di Jalan Raya Legian, Badung. Pawai ini melalui rute Ground Zero - Jalan Singosari - Pantai Kuta - Ground Zero. Posisi paling ideal adalah Pasar Kuta. 

7. Legian

Kawasan pusat turis mancanegara ini menjadi salah satu tempat untuk pawai ogoh-ogoh di malam pangerupukan. Posisi paling ideal adalah di Jalan Raya Legian dekat dengan Hotel Mercure. Rute yang dilewati Jalan Legian - Buni Sari - Jalan Pantai Kuta - Jalan Raya Kuta.

8. Nusa Dua

Pawai ogoh-ogoh di Nusa Dua lazim dilaksanakan di perempatan pintu masuk ITDC Nusa Dua.

9. Seminyak

Pawai ogoh-ogoh di Seminyak biasanya dilaksanakan di persimpangan antara Seminyak dan Camplung Tanduk.

Gianyar

10. Ubud

Beberapa titik yang lazim dikunjungi warga saat pengerupukan di Ubud adalah perempatan Puri Ubud, Patung dewa Indra, dan Jalan Raya Andong.

Klungkung

11. Semarapura

Pawai ogoh-ogoh biasanya diselenggarakan di Patung Kanda Pat Klungkung di Jalan Puputan, Semarapura Kangin.

Bangli

12. Alun-alun Bangli

Pawai ogoh-ogoh lazimnya dilaksanakan di Jalan Lettu Kanten di utara alun-alun kota Bangli.

Larangan Nyepi

Beberapa hal yang tidak boleh dilakukan pada saat Nyepi adalah:

1. Amati Geni (Menyalakan api atau lampu)

Krama Bali dilarang untuk menyalakan api, petasan/mercon, lampu penerangan dan lain sebagainya yang dapat mengganggu kesucian pelaksanaan Nyepi.

Seluruh lampu yang berada di setiap rumah dan bangunan lainnya harus dimatikan. Pengecualian diberikan bagi keluarga yang memiliki bayi yang diizinkan menyalakan lampu secara terbatas dengan menutup semua jendela dan teralis dengan kain.

2. Amati Karya (Dilarang bekerja)

Krama Bali dilarang bekerja baik luring maupun daring. Seluruh penyedia jasa transportasi juga tidak diperkenankan beroperasi.

3. Amati Lelungan (Dilarang bepergian ke luar rumah)

Krama Bali dilarang bepergian ke luar rumah seperti area umum, dan jalan raya. Untuk menegakkan aturan Nyepi, setiap desa adat memiliki petugas penegak yang disebut Pecalang.

Karena Nyepi 2025 bertepatan dengan Ramadhan, terdapat sejumlah ketentuan khusus: 

a. Umat Islam diizinkan melaksanakan sholat tarawih di rumah ibadah terdekat dengan berjalan kaki dan menggunakan lampu penerangan terbatas.

b. Umat lain melaksanakan ibadah di rumah masing-masing.

4. Amati Lelanguan (Dilarang bersenang-senang)

Pantangan Nyepi yang terakhir adalah bersenang-senang. Pada saat Nyepi, televisi dan radio dilarang melakukan siaran. Seluruh provider jasa seluler juga akan mematikan data seluler. **

 

Editor : Ibnu Yunianto
#tawur kesanga #nyepi #ogoh ogoh bali #tawur kesanga surabaya #ogoh ogoh adalah #ogoh ogoh