Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Cerita di Balik Upacara Pengabenan Tokoh Masyarakat Nusa Penida yang Viral karena Membakar Pikap dan Perhiasan

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Kamis, 13 Maret 2025 | 04:52 WIB

 

LANGSUNG VIRAL : Ritual pengabenan tokoh masyarakat Nusa Penida, Jero Mangku Gede Pasek Nengah Setar, di Nusa Penida membakar pikap dan perhiasan .(foto:istimewa)
LANGSUNG VIRAL : Ritual pengabenan tokoh masyarakat Nusa Penida, Jero Mangku Gede Pasek Nengah Setar, di Nusa Penida membakar pikap dan perhiasan .(foto:istimewa)

Ini memang tidak lazim dan mengangetkan. Bagaimana bisa mobil dan perhiasan permata dibakar saat pengabenan. Begini ceritanya tentang tentang sosok Jero Mangku Gede Pasek Nengah Setar yang dikenal dermawan itu.

LANGSUNG heboh, upacara pengabenan tokoh masyarakat Nusa Penida, Jero Mangku Gede Pasek Nengah Setar di Desa Sakti, Rabu (12/3/2025), ini sangat  menarik perhatian.

Saking menariknya, prosesi pengabenan tokoh masyarakat yang memiliki usaha akomodasi pariwisata dan transportasi laut itu viral di media sosial (medsos).

Itu karena dalam prosesi pengabenan pria yang akrab disapa Pak Setar itu, ada dua unit mobil pikap, emas, berlian yang turut dibakar.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, jenazah Setar diantar dari rumah duka ke kuburan atau setra setempat dengan bade tumpang 7 yang diikuti oleh ribuan warga.

Tiba di setra, jenazah dipindahkan ke petulangan berupa lembu berwarna putih yang berada di atas pikap yang juga berwarna putih. Yang mana selanjutnya, dibakar.

Menurut putra kedua dari Jero Mangku Gede Pasek Nengah Setar, dr. I Kadek Agus Suardana, keberadaan pikap dalam prosesi pengabenan tersebut merupakan wasiat dari sang ayah yang ditulis di notaris.

”Itu (turut membakar mobil dan perhiasan, Red) sudah wasiat beliau di notaris. Kami sebagai anak-anaknya hanya menjalankan wasiat,” jelasnya.

Berdasarkan video yang tersebar, 2 unit pikap dan perhiasan yang telah terbakar dalam prosesi pengabenan, tidak diambil pihak keluarga.

Ppihak keluarga disebut menyerahkan benda-benda yang sudah terbakar tersebut kepada warga yang ingin memanfaatkannya. Warga pun menyambut niat baik itu, dengan mencari emas dalam puing sisa-sisa pembakaran tersebut.

Untuk diketahui, Jero Mangku Gede Pasek Nengah Setar berpulang di usianya yang ke -75 tahun setelah mendapat perawatan di RS Prima Medika lantaran penyakit kompilasi, Sabtu (15/2/2025).

Pria yang dikenal dermawan itu meninggalkan 4 anak dan 7 orang cucu. Tidak hanya dermawan, Setar dikenal sangat perhatian dengan perkembangan Nusa Penida.

Dia kerap mengkritisi pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah. Sehingga semasa hidupnya, Setar menjadi sosok yang dihormati masyarakat. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#pengabenan #viral #nusa penida #bakar mobil #klungkung