NEGARA, Radar Bali.id - Pencarian terhadap dua nelayan asal Jembrana yang hilang saat melaut, Sabtu (22/3/2025), dilakukan intensif oleh tim SAR gabungan. Pencarian tidak hanya dilakukan di perairan Jembrana oleh tim SAR Jembrana, tetapi juga di perairan Tabanan oleh tim gabungan Basarnas Denpasar dan Tabanan.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana Dewa Putu Hendri Gunawan mengatakan, pencarian dua nelayan asal Jembrana yang hilang dilakukan oleh tim gabungan di dua wilayah berbeda.
”Kami tim SAR gabungan Jembrana, fokus pencarian di perairan Jembrana,” jelasnya.
Fokus pencarian di perairan Jembrana, untuk mencari nelayan atas nama pencarian I Komang Sumo, 38, nelayan asal Desa Tegalbadeng Barat, Kecamatan Negara, hilang saat hendak mendarat di Muara Desa Pengambengan. ”Pencarian di hari keempat ini belum ditemukan,” ujarnya.
Zona pencarian nelayan tersebut dievaluasi dan diperluas setiap harinya. Tidak hanya pencarian di laut, tetapi juga di darat. Tim SAR juga meminta bantuan nelayan untuk memberikan informasi jika menemukan keberadaan kapal.
Korban, I Komang Sumo, hilang saat hendak kembali ke darat usai memancing di perairan Perancak bersama tiga orang temannya. Saat akan masuk muara sebelah barat, korban melihat katir sampannya sebelah kiri lepas.
Korban hendak mengikat katir, korban menceburkan diri ke laut untuk mengikat katir sampan. Tiba tiba gelombang besar datang menghantam perahu sehingga membuat pegangan tangan ke katir lepas.
Nelayan lain akan menolong, karena kerasnya gelombang tidak bisa menolong korban yang kemudian hilang ditelan gelombang.
Sedangkan pencarian Ahmad Baiti, nelayan asal Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru yang dilaporkan hilang pencarian di fokuskan di wilayah perairan Tanah Lot, Tabanan.
Karena menurutnya informasi salah satu nelayan yang berangkat melaut bersama korban, terpisah di perairan Tanah Lot pada saat cuaca buruk terjadi.
”Laporan sudah kami terima dan kami teruskan ke tim SAR Denpasar. Saat ini masih pencarian tim SAR gabungan,” terangnya.
Berdasarkan keterangan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya mengatakan hilang nelayan asal Jembrana Ahmad Baiti , Selasa (25/3/2025) dilaporkan hilang sejak hari Sabtu (22/3/2025).
Awalnya Ahmad Baiti berangkat melaut bersama temannya, Maulidin.Mereka berangkat dari pelabuhan Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, menggunakan dua jukung.
Saat berada di perairan Tanah Lot, jukung mereka diterjang ombak. Sejak saat itu Maulidin terpisah dengan Ahmad Baiti.
“Keterangan rekannya Maulidin yang selamat bahwa kondisi cuaca saat itu buruk dan mereka akhirnya terpisah kurang lebih pada pukul 12.00 Wita,” ungkapnya, Selasa (25/3/2025).
Tim gabungan SAR Denpasar, Polres Tabanan dan Kepolisian Polres Tabanan masih melakukan pencarian terhadap Ahmad Baiti.
Sementara ciri-ciri dari jukung yang dipakai Ahmad Baiti melaut berwarna kuning tua dan bertuliskan SBR nikmat.
Hari ini tim SAR gabungan mulai melakukan pencarian di sekitar lokasi menggunakan perahu karet serta pencarian di darat dengan menyusuri tepi pantai.
“Menentukan posisi pencarian kami memperhitungkan arah dan kekuatan pergerakan angin dan arus, namun alam tidak bisa diprediksi secara pasti. Di samping itu kejadian sudah dari 22 Maret," tandasnya. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali