Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Liku-liku Perjuangan Atlet Taekwondo Harningrum Chens Menempuh Jalur Hukum Usai Kasus Penyebaran Video Syur

I Wayan Widyantara • Sabtu, 5 April 2025 | 00:40 WIB
TERSANDUNG ULAH MANTAN SUAMI : Atlet Harningrum Chens kini  tengah menempuh upaya hukum untuk keadilan. (Foto Harningrum Chens untuk Radar Bali)
TERSANDUNG ULAH MANTAN SUAMI : Atlet Harningrum Chens kini tengah menempuh upaya hukum untuk keadilan. (Foto Harningrum Chens untuk Radar Bali)

Harningrum Chens, mantan atlet taekwondo pemilik gelar DAN III Kukkiwon, kini tengah berjuang untuk mendapatkan keadilan setelah melaporkan mantan suaminya yang diduga menyebarkan video syur pribadinya tanpa sepengetahuannya. Penuh liku dan perlu kesabaran ekstra.

KEJADIAN itu bagaikan mimpi buruk. Kasus ini mencuat setelah Harrum, yang juga seorang selebgram, melaporkan perbuatan mantan suaminya berinisial D ke Polda Bali pada 24 Maret 2025.

Kejadian ini bukan hanya membawa dampak emosional, namun juga memaksa Harrum untuk berhadapan dengan trauma lama.

 Baca Juga: Buntut Kasus Video Asusila, Pelaku Terus Dilacak, Cegah Pemerasan Polisi Minta Korban Tak Beri Uang

Harrum menceritakan kepada Jawa Pos Radar Bali tentang pengalamannya yang menguras emosi dan keberaniannya melawan penyebaran video syur yang terjadi saat masih menikah. Dalam wawancaranya, Harrum berbagi tentang perjalanan hidupnya, dari masa-masa kejayaan di dunia taekwondo hingga tantangan besar yang harus dihadapi setelah pensiun.

 

Harningrum Chens memulai karier taekwondonya pada 2004. Dalam beberapa tahun, ia berhasil meraih medali emas di berbagai kejuaraan, termasuk Kejuaraan Daerah Jawa Timur. Pada 2006, perempuan yang lahir di Banyuwangi pada 4 April 1989 inimeraih gelar "Best Athlete" di kategori junior, dan pada 2007, ia kembali meraih medali emas serta gelar serupa di kategori senior. Harrum bahkan menjadi satu-satunya atlet asal Banyuwangi yang dipanggil menjadi atlet provinsi.

 

Namun, kesuksesan di arena pertarungan tidak datang begitu saja. ”Tantangan terbesar saya adalah biaya dan dukungan keluarga yang terbatas. Dari keluarga saya yang kurang mampu, saya hanya mengandalkan tekad dan keyakinan bahwa Tuhan akan memberikan jalan. Saya sering nekat mengikuti kejuaraan dengan modal terbatas," ungkapnya, mengenang masa-masa awalnya berjuang untuk berprestasi.

 

Meski kariernya menanjak, Harrum harus mengakhiri perjalanan taekwondo lebih awal. Pada 2008, setelah mengalami sakit berbulan-bulan pasca mengikuti Prapon Kaltim 2007, ia memutuskan untuk gantung sabuk. ”Saya terpaksa pensiun dini di usia yang masih sangat muda. Itu adalah keputusan berat, tetapi saya harus menerima kenyataan bahwa tubuh saya tidak mampu lagi bertanding," kenangnya.

Setelah pensiun dari taekwondo, Harrum beralih ke hapkido dan meraih prestasi internasional. Namun, ia kembali menghadapi tantangan baru ketika dilarang untuk mengikuti dua cabang olahraga sekaligus oleh pengurus taekwondo. Pada 2022, ia memilih untuk meninggalkan hapkido juga.

 

”Pada akhirnya, saya harus mengutamakan keluarga, meski dalam hati saya masih ingin berprestasi di dunia beladiri," ujar Harrum dengan nada melankolis.

Pensiun dari dunia olahraga membawa Harrum pada kehidupan yang sangat berbeda. Ia kini menghabiskan sebagian besar waktunya sebagai ibu rumah tangga, merawat dua anak laki-lakinya yang sangat dicintainya.

Namun, Harrum merasa hidupnya terkungkung oleh ekspektasi keluarga, yang menuntutnya untuk mengutamakan peran sebagai istri dan ibu rumah tangga. ”Saya merasa terpingit karena tidak diperbolehkan lagi untuk berolahraga. Semua kegiatan saya harus bersifat feminine, seperti memasak atau membuat kue. Terkadang saya merasa seperti kehilangan diri sendiri," tuturnya.

Namun, di tengah keterbatasan itu, Harrum kembali menemukan jalan untuk berkontribusi dalam dunia olahraga. Ia kembali aktif sebagai pelatih taekwondo, wasit, dan influencer bela diri di Instagram dan TikTok.

”Medsos sangat membantu saya untuk tetap terhubung dengan penggemar dan berbagi pengetahuan tentang bela diri. Ini adalah cara saya untuk terus menginspirasi orang lain," katanya.

Meskipun hidup sebagai ibu rumah tangga, Harrum tidak bisa menghindari kenyataan pahit yang menghampirinya. Mantan suaminya, D, diduga telah menyebarkan video pribadi mereka ke situs dewasa tanpa sepengetahuannya. Kejadian ini membuat Harrum merasa dikhianati dan terluka.

"Saya tidak pernah membayangkan dia akan melakukan hal itu. Rasanya seperti dunia saya runtuh. Tapi saya harus melawan dan mencari keadilan, tidak hanya untuk diri saya, tetapi juga untuk anak-anak saya," ujar Harrum, dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

Meskipun ini adalah tantangan besar dalam hidupnya, Harrum merasa penting untuk memberi contoh kepada anak-anaknya. ”Saya ingin anak-anak saya tahu bahwa kita tidak boleh diam ketika dirugikan. Kami harus berani menghadapinya, walaupun itu sulit."

Dalam perjalanan panjangnya, Harrum memiliki pesan yang ingin disampaikan kepada para atlet muda. ”Semangat latihan, semangat berprestasi, jadilah versi terbaikmu! Jangan takut untuk bermimpi dan berjuang meraihnya, meskipun hidup kadang tidak mudah," katanya dengan penuh semangat.

Harringrum kini bertekad untuk terus memberikan yang terbaik, baik di dalam dunia olahraga maupun dalam kehidupan pribadinya. ”Saya berharap bisa terus berbagi ilmu dan pengalaman saya, baik di dalam maupun di luar dunia olahraga. Saya ingin ilmu yang saya miliki bermanfaat bagi banyak orang," sebutnya.

Kini, di tengah perjuangannya melawan mantan suami dan mencari keadilan, Harrum terus berusaha mengatasi trauma yang ia alami. ”Meskipun saya merasa sangat terluka, saya akan terus maju. Ini adalah bagian dari hidup saya, dan saya yakin saya bisa melewati semua ini," ujar Harrum dengan penuh keyakinan.

Harringrum Chens, meski sedang berjuang di jalur hukum, tidak kehilangan semangat hidup. Ia ingin terus aktif di dunia olahraga, berbagi ilmu sebagai pelatih dan wasit, serta menjadi inspirasi melalui media sosial.

 Lebih dari itu, ia berharap keadilan akan segera berpihak padanya, dan trauma yang ia alami bisa segera sembuh. [*]

Editor : Hari Puspita
#atlet #pornografi #taekwondo #upaya hukum #penyebaran video