Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Astaga! Hendak Buang Hajat, Guru SD Ditemukan Mengambang di Perairan Banyuning, Begini Kronologinya

Francelino Junior • Rabu, 30 April 2025 | 11:16 WIB

 

 

 

KAGETKAN WARGA : Jasad guru SD di Buleleng yang  ditemukan mengambang di pantai Banyuning dievakuasi. (Foto: Polres Buleleng untuk Radar Bali)
KAGETKAN WARGA : Jasad guru SD di Buleleng yang ditemukan mengambang di pantai Banyuning dievakuasi. (Foto: Polres Buleleng untuk Radar Bali)

 

SINGARAJA, Radar Bali.id - Seorang guru sekolah dasar (SD) bernama Ketut Redi Mustika, 41, ditemukan mengambang di Perairan Laut Banyuning, Buleleng,  pada Selasa (29/4/2025) sekitar pukul 11.30 Wita.

 Sebelum ditemukan, korban disebut sempat berbincang dengan seorang warga. 

Peristiwa ini terjadi tepatnya di pantai depan Pura Segara Banyuning, Jalan Pulau Buton, Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng.

Awalnya, saksi Tiwi Arianti melihat orang mengambang di perairan laut Banyuning tersebut. Kemudian ia memanggil saksi Made Sukawan, 44, dan Kadek Adi Putra Yasa, 39, untuk membantu mengevakuasi ke pinggir pantai.

Setelah sampai di pinggir pantai, diketahuilah bahwa sosok yang mengambang di perairan laut Banyuning itu adalah Ketut Redi Mustika.

Ia diketahui tinggal di Gang Damar Wulan, Jalan Gempol, Kelurahan Banyuning. Redi juga berprofesi sebagai seorang guru di SDN 1 Kubutambahan.

Hanya saja, korban tidak serta merta ditemukan. Sebab awalnya, korban duduk di pinggir pantai dan bertemu dengan saksi Tiwi Arianti.

Namun saat itu, Redi ingin buang air besar. Saksi pun menawarkan agar menuntaskan hajat di rumahnya saja, tetapi ditolak oleh korban. Setelah itu, Tiwi lalu masuk ke dalam rumahnya.

”Berselang 30 menit kemudian, saksi melihat ada orang yang mengambang. Kemudian memanggil dua orang lainnya untuk mengevakuasi ke pinggir pantai,” ujar Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Gede Juli pada Selasa (29/4/2025) sore.

Saksi kemudian menghubungi keluarga dan polisi. Kemudian datang juga tim medis dari Puskesmas Buleleng III untuk melakukan pemeriksaan awal. Diketahui kalau korban Redi sudah meninggal sekitar satu sampai dua jam sebelum pemeriksaan. Usai pemeriksaan, jenazah korban lalu diantar menuju ke rumahnya oleh polisi dan tim medis. 

”Sesuai informasi, korban datang ke pantai karena ingin melukat,” tandasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#musibah #Banyuning #kecelakaan #temuan mayat #buleleng