NEGARA, Radar Bali.id - Akibat gelombang tinggi yang terjadi, Rabu (14/5/2025), jalanan rabat beton ambles di pesisir Pantai Pebuahan tambah belasan meter.
Padahal sehari sebelumnya, rabat beton amblas hanya sekitar lima meter saja. Permukiman warga yang berada di pinggir pantai juga semakin dekat dengan garis pantai.
Gelombang tinggi yang terjadi kemarin, diperkirakan masih berlanjut hingga beberapa hari ke depan. Pada saat gelombang tinggi dan ombak besar sekitar 2 jam kemarin, jalan rabat beton yang amblas sekitar 15 meter. ”Tiap hari tambah pajang. Lebih parah tadi pagi (kemarin), padahal ombak besarnya hanya sebentar,” ujar Abdus Somad, warga Banjar Pebuahan.
Gelombang tinggi akan terjadi pada saat tilem mendatang, sehingga pemukiman warga akan semakin terancam. ”Sekarang masih purnama, makanya gelombang tinggi dan ombak besar ini. Akan besar lagi saat tilem dua Minggu lagi,” ujarnya.
Karena gelombang tinggi dan ombak besar jarak rumah dan garis pantai akan semakin dekat, sehingga warga mulai waspada. Bahkan sebagian warga sudah bersiap pindah rumah untuk mengantisipasi rumah ambruk saat ombak besar terjadi nanti. ”Warga khawatir rumah akan hancur karena batas air laut semakin dekat. Termasuk rumah saya,” ungkapnya.
Warga berharap ada penanganan sementara untuk mengantisipasi ombak besar menghantam rumah warga. Misalnya dengan memasang senderan sementara dengan karung pasir di bibir pantai untuk pengaman sementara.
Penanganan sementara sudah diusahakan pihak desa banjar untuk meminta bantuan karung. Nantinya karung diisi pasir untuk digunakan sebagai pengaman pantai sementara. ”Warga butuh karung, bekas tida apa-apa. Nanti warga sendiri yang akan mengisi pasir dan memasang di pantai untuk senderan sementara,” kata Klian Banjar Pebuahan Kanzan.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPRPKP Jembrana I Wayan Sudiarta menjelaskan, proyek lanjutan untuk pengaman pantai Pebuahan sudah mengusulkan revetmen lagi kepada pemerintah pusat. ”Proyek lanjutan sudah diusulkan ke pusat,” ujarnya.
Pembangunan senderan pantai pada tahun 2024 dengan pagi anggaran Rp 25 miliar, dibangun sepanjang 780 meter dari total pantai yang abrasi sekita 2,1 kilometer. Pantai abrasi yang belum dibangun berada di sisi barat dan timur dari senderan yang baru dibangun. [*]
Editor : Hari Puspita