Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dari Ketapang Menuju Gilimanuk, Terseret Arus Kencang, Kapal Agung Samudera XVIII Kandas

Muhammad Basir • Kamis, 17 Juli 2025 | 13:38 WIB
DIEVAKUASI : Penumpang kapal dievakusi saat kapal kandas  di Perairan selat Bali, sekitar 200 meter dari Pelabuhan Gilimanuk.(Foto: Pos AL Gilimanuk)
DIEVAKUASI : Penumpang kapal dievakusi saat kapal kandas di Perairan selat Bali, sekitar 200 meter dari Pelabuhan Gilimanuk.(Foto: Pos AL Gilimanuk)

NEGARA, Radar Bali.id - Kapal Motor Penumpang (KMP) Agung Samudera XVIII, kandas di perairan Pelabuhan Gilimanuk, Rabu (16/7/2025).

Sebanyak 41 orang penumpang kapal tujuan dari Pelabuhan Gilimanuk, dievakusi ke darat untuk menunggu proses evakuasi kapal.

Karena kendaraan kandas, muatan dalam kendaraan di kapal yang kandas terancam rusak.

Informasi yang dihimpun, kapal yang bertolak dari  Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk sekitar pukul 23.47 Wita. Saat kapal hendak sandar di dermaga Landing Craft Machine (LCM) Pelabuhan Gilimanuk, kapal terseret arus kencang serta angin kuat dan akhirnya kandas dengan jarak sekitar 200 meter dari dermaga sekitar pukul 01.00 Wita.

Karena upaya lepas dari kandas tidak membuahkan hasil, nakhoda kapal melaporkan kepada Local Port Service (LPS) Pelabuhan Gilimanuk.

Penumpang kemudian dievakuasi sekitar pukul 02.00 Wita menggunakan Rubber Boat milik Basarnas dan Kapal Tanjung Rening Polairud Polres Jembrana.

Proses evakuasi penumpang hingga pukul 03.20 Wita. Penumpang dibawa menuju ruang VIP ASDP Gilimanuk untuk dilakukan pendataan.

”Seluruh penumpang dievakuasi. Kondisi seluruhnya selamat dan menunggu di VIP Gilimnauk hingga kapal lepas dari kandas,” ujar Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gilimanuk Letda Laut (P) Bayu Primanto.

Pantauan di lokasi, hingga Rabu siang sekitar pukul 13.00 Wita atau sekitar 12 jam kapal masih dalam posisi landas. Kapal dengan ana buah kapal 16 orang tersebut memuat 25 unit kendaraan, sempat diupayakan ditarik dengan kapal lain tetapi gagal.

Sementara itu, para pemilik kendaraan resah barang muatan rusak. Seperti yang diungkapkan Hendra Setiawan, 61, sopir mobil boks membawa sosis dari Sidoarjo ini, khawatir sosis rusak karena mobil ditinggalkan dalam kondisi mati.

 ”Kunci mobil sudah saya kasih anak buah kapal,  minta tolong anak buah kapal, biar mobil dan pendinginan dihidupkan,” ungkapnya.

Menurutnya, apabila pendingin tidak dihidupkan dan lebih 12 jam sosis sebanyak 4,6 ton akan rusak. Jika pembeli tidak menerima, sosis akan dikembalikan lagi ke Sidoarjo. ”Belum tahu seperti apa kondisinya sekarang di dalam kapal,” terangnya.

Akhirnya, sekitar pukul 14.00 Wita atau setelah 12 jam "duduk manis" di perairan dangkal, KMP Agung Samudera XVIII lepas dari kandas. Kapal berhasil lepas dari kandas, setelah air laut pasang dan ditarik dengan kapal tugboat. Kapal kemudian bongkar muatan di dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk. [*]

 

 

Editor : Hari Puspita
#selat bali #jembrana #penyeberangan